<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0">
 <channel>
  <title>Udara Sore</title>
  <link>http://udarasore.blog.com/</link>
  <description></description>
  <language>id-ID</language>
  <pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:42:17 +0200</pubDate>
  <lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2008 17:42:17 +0200</lastBuildDate>
  <generator>Blog.com</generator>
    <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/3423442/</guid>
   <title>Whom am I Liying To?</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/3423442/</link>
   <description>Hay, akhirnya kembali aku menulis disini.<br />
setelah sekian lama aku memutuskan untuk menikmati semuanya tanpa berbagi dengan tulisan. Cukup banyak yang terjadi, semua telah berbeda sekarang (kecuali suamiku, masih tetap orang yang sama, hihihi..).<br />
Ada alasan yang cukup kuat bagiku untuk kembali menulis.<br />
Itu karena aku mulai terlibat kondisi di lingkungan yang paling dekat, kantor.<br />
<br />
Entah berawal dari mana hingga sosok ini menjadi rutin menghubungiku melalui email maupun telfon. Perkiraanku adalah ia tertarik padaku saat bertemu rapat penting. Saat itu aku memimpin rapat, dan ia salah satu pesertanya. Sebagai laki-laki yang cukup unik tampaknya ia tertarik dengan penampilanku yang cenderung galak dalam rapat.<br />
<br />
Singkat cerita, saat ini ia tengah melancarkan usahnya untuk mendekatiku. Jeleknya adalah, ia memiliki reputasi yang tidak baik. Hanya dengan masa kerja yang kurang dari 2 tahun sudah ada 2 kasus dengan namanya yang berhubungan dengan wanita. Huh...sungguh buruk reputasinya. dari temanku juga aku ketahui bahwa ia memang sangat mengagumiku. Namun tampaknya ketertarikannya secara fisik lebih besar dibandingkan ketertarikannya untuk mengenal kepribadianku. Itu cukup menyebalkan bagiku, namun entah kenapa akupun tidak ingin keluar dari permainannya.<br />
<br />
Sebenarnya, sosoknya sangat tidak biasa di kantorku. Unik, mungkin adalah kata yang tepat. Caranya berpakaiaan, caranya bertingkah laku, caranya berjalan, semuanya berbeda. Bisa dikatakan sebenarnya ia harus naik beberapa level untuk dapat sejajar denganku dan status sosialku. Tapi tampaknya aku memang terlalu nakal. Aku menikmati merasa dipuja, dan merasa agak diatas. Aku tahu ia menyimpan rencana kotor dalam otaknya atasku, dan aku juga berjaji pada diriku bahwa aku <strong>tidak akan</strong> jatuh dalam perangkapnya, namun bukan berarti aku tidak tertarik mengikuti permainannya.<br />
<br />
Sempat aku terfikir untuk bertindak tegas untuk menyingkirkannya, tapi akhirnya aku memutuskan untuk tidak melakukannya.Tapi itu <strong>bukan gue banget!</strong> If I do that, is like I'm liying to MY SELF! =)&#160;Aku sangat ingin tahu kemana rencananya akan membawaku. Aku sangat ingin menikmati pemujaannya padaku. Aku sangat ingin melambungkan hasrat dan niatnya. Aku ingin ia membayangkan bayangan yang paling indah bersamaku, sampai akhirnya aku bisa membuangnya ke dasar jurang dengan khayalannya.<br />
<br />
hihihi...marah bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku. Karena pada kenyataannya aku merasa sangat senang. Malah aku cenderung merindukannya saat ia tak ada. Aku ingin selalu tahu bahwa ia ada dan melihatku, sehingga ia dapat menikmatiku dari jauh. Hingga aku dapat membuatnya bermimpi dimalam hari.<br />
<br />
yah, kita lihat saja kelanjutannya besok ya...<br />
dadah...</description>
   <author></author>
   <pubDate>Fri, 01 Aug 2008 00:31:17 +0200</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2911764/</guid>
   <title>miss you...</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2911764/</link>
   <description>Kau jangan mendesah-desah....<br />
Aku jadi gelisah nih...<br />
Bagaimana aku bisa biasa,<br />
Jika kau terus mendesah ditelingaku?<br />
<br />
Belum satu hari kau pergi,<br />
Aku sudah teringat desahmu.<br />
Jangan pergi lama-lama.<br />
Aku bisa sengsara setiap malam.<br />
<br />
Sudah kubilang jangan mendesah...<br />
Nanti kau buatku susah.</description>
   <author></author>
   <pubDate>Mon, 24 Mar 2008 14:59:13 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2795413/</guid>
   <title>What is it about Phone Call ?</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2795413/</link>
   <description>Apa yang membuat orang bisa jatuh hati melalui telfon?<br />
Dulu 2 kali pernah hal itu terjadi padaku.<br />
<br />
Yang pertama, teman yang baru ketemu 1 kali. Setahun kemudian mendadak menjadi teman bicaraku di telp. Setiap hari hanya berbicara di telp malam hari sebelum tidur. Menceritakan berbagai hal yang telah kami lalui dalam hari itu dan membricarakan hal ringan lainnya hingga kami tidur dalam suasana tawa. Dua bulan berjalan, dia "nembak" (cah...jaman sma banget bahasanya..hihi...) via telp baru ketemuan. Setelah ketemu, tentu makin dekat. Tapi kadang juga malah suka gak sependapat. Padahal di telp sih gak pernah berantem. Pas ketemu malah pernah. Hihihi...<br />
<br />
Kedua, gara-gara mendengar laki2 ini curhat via telp tiap hari. Setalah 1 bulan tiap malam telfonan, malah dia jadi jatuh cinta denganku. Beberapa minggu kemudian kami malah pacaran, hihihi...<br />
<br />
Kali ini, dari telp yang hanya seminggu sekali berkembang menjadi 2 hari sekali, dan sekarang setiap hari. dari bicara hanya hal penting, sekarang menjadi hal yang sangat amat tidak penting. Bahkan bisa hanya masing2 diam mengerjakan sesuatu dengan telp menempel di telinga. Lambat laun malah kok kayak telfon panas, hahaha...<br />
Macam..<br />
<br />
<em>"lagi apa?"<br />
"Lagi tiduran nih, enak deh, dingin."<br />
"Duh enak banget sih..."<br />
"Sini donk...enak deh.."</em><br />
<br />
Hahahaha....<br />
I just don't get it.<br />
What is it about phone call that makes people so close than they are in the real life?"<img border="0" src="/javascript/tinymce/plugins/emotions/images/smiley-cool.gif" alt="Cool" title="Cool" /></description>
   <author></author>
   <pubDate>Fri, 29 Feb 2008 14:59:12 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2639967/</guid>
   <title>Bisu</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2639967/</link>
   <description>Ditengah cerahnya langit,<br />
Udara menarik hampa.<br />
Mataharipun tak terlihat sengit,<br />
Aku terpancing&#160;untuk tertawa.<br />
<br />
Duhai Putra Surga,<br />
Kau jauhkan aku dari Neraka,<br />
Namun ternyata itu tak berbeda,<br />
Karena aku tetap akan celaka.<br />
<br />
Urai Daun tanpa desir angin,<br />
Menuai wangi&#160;di malam&#160;dingin.<br />
Membangkitkan setiap partikel kulitku,<br />
saat kita bersama dalam bisu.<br /></description>
   <author></author>
   <pubDate>Tue, 05 Feb 2008 10:47:35 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2588806/</guid>
   <title>Background</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2588806/</link>
   <description><p>Dengan pagi ini, genap 9 hari Non Stop aku mendengar suaramu.<br />
Biasanya 2 kali, pagi sebelum kau mulai aktifitasmu.<br />
Dan sore saat kau akan mulai aktifitas malam.<br />
<br />
Aku senang, sekaligus bingung.<br />
Sebenarnya apa yang kau rasakan padaku?<br />
Aku mencoba menganalisa berbagai alasan yang mungkin dapat mendorong prilakumu saat ini :<br />
<br />
- Kau sangat senang bicara denganku?<br />
- Kau selalu merindukanku?<br />
- Ada hal yang kau inginkan dariku?<br />
- Kau menyukaiku lebih dari teman?<br />
- Kau kelewat iseng?<br />
<br />
Ditengah begitu banyaknya temanmu, masa iya semua kau telfon semuanya setiap hari?<br />
Tapi masa iya kau menyukaiku lebih daripada kau suka laki2 itu?<br />
Ataukah aku telah membangkitkan naluri lelakimu?<br />
Atau aku memang terlalu memanjakanmu?<br />
<br />
Mungkin seharusnya aku hanya menikmati saja semua perhatianmu ini, daripada mencoba memikirkan latar belakang dari prilakumu. Tapi kok aku gak bisa begitu ya?<br />
Makin hari semakin mules perutku... :)</p></description>
   <author></author>
   <pubDate>Wed, 30 Jan 2008 13:37:45 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2581153/</guid>
   <title>Jantung-ku</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2581153/</link>
   <description>Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan menjadi sedekat ini.<br />
Aku tahu bahwa aku sangat senang berteman denganmu.<br />
dan aku juga cukup senang karena kau bisa berteman denganku.<br />
Tapi aku tak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini.<br />
<br />
Sampai bingung aku harus senang atau takut.<br />
Taukah kau bahwa jantungku berdebar kencang saat kau sentuhkan kepalamu ke kepalaku?<br />
Sadarkah kau aku agak terkejut saat kau rapatkan dadamu ke pundakku?<br />
Sungguh aku tidak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini, secara fisik.<br />
<br />
Kurasakan detak jantungmu mencepat kala kau merapat...<br />
Kurasakan dengus nafasmu mengeras saat kau mendekat...<br />
Ataukah itu hanya besar rasa-ku saja?<br />
Ataukah kau menyimpan nafsu?<br />
<br />
Apa kau punya nafsu padaku?<br />
Apakah itu arti dari semakin panjangnya durasi telfon kita setiap hari?<br />
Apakah itu implementasi dari sapaan sms-mu dipagi hari?<br />
Apakah kau menyukaiku?<br />
<br />
Adik kecil,<br />
bukankah kita hanya teman?<br />
Teman tertawa, ....&#160;teman menangis, ....&#160;tapi teman tidak mencumbu satu sama lainnya.<br />
Dengan susah payah&#160;kukubur nafsuku padamu&#160;lebih dari 3 minggu&#160;yang lalu, semata-mata&#160;aku tak ingin kita hancur.<br />
Sekarang, saat kau rapatkan tubuhmu padaku...<br />
Aku harus bagaimana?<br />
<br />
Kau pun tau betapa aku mencintainya bukan?<br />
Dan kau tahu juga bahwa aku tak bisa hidup tanpanya.<br />
Egoisnya aku karena ingin kalian berdua ada dalam hidupku.<br />
<br />
Di hatiku yang paling dalam...<br />
Aku sangat menikmati nafas-mu di wajahku.<br />
Berjanjilah jangan meninggalkan kita, apapun bentuknya nanti.</description>
   <author></author>
   <pubDate>Mon, 28 Jan 2008 15:15:02 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2461093/</guid>
   <title>i miss you ....</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2461093/</link>
   <description>Sebelum kau pergi tuk sementara,<br />
kau rapatkan tubuhmu padaku hingga dapat kuhirup wangimu.<br />
Kau letakkan langkahmu di sampingku selalu, hingga aku tau kau dekat.<br />
Kau genggam tanganku seperti kita terlahir bersama.<br />
Tak habisnya kau buatku tertawa dan menemaniku mengisi waktu.<br />
Ingin sekali aku peluk tubuhmu yang sebenarnya sudah menempel disampingku.<br />
Namun aku takut tak mampu melepasmu lagi.<br />
Maka sore itu aku hanya bisa mengecup pipimu dengan lembut.<br />
<br />
Adik kecil-ku tersayang,<br />
aku akan sangat merindukanmu.</description>
   <author></author>
   <pubDate>Thu, 27 Dec 2007 09:50:44 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2373930/</guid>
   <title></title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2373930/</link>
   <description><font size="4">Aku Sakit nih...</font></description>
   <author></author>
   <pubDate>Wed, 05 Dec 2007 17:21:30 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2372848/</guid>
   <title>Dengarlah Aku ...</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2372848/</link>
   <description>Sebenarnya sudah dari dulu aku tahu kau homo.<br />
Dan aku juga tau kau homo wanita.<br />
Aku juga tau pacarmu, karena ia juga temanku.<br />
<br />
Namun sekarang aku tau, bahwa kau bisa juga dengan wanita.<br />
Ya, wanita macam aku ini.<br />
<br />
Hal itu membuatku&#160;berharap kau tidak homo.<br />
Entahlah, mungkin karena kebersamaan kita.<br />
Denganku kau begitu hangat, begitu pula dengannya.<br />
<br />
Aku mendengar nadamu berbicara padanya di telfon.<br />
Mesra dan hangat.<br />
Berbeda memang dengan cara bicaramu padaku yang agak manja.<br />
Kau bersamaku saat kita dekat, namun saat kita jauh?<br />
Dimana kau? Aku hampir tak pernah tahu.<br />
<br />
Aku belum pernah berada di situasi seperti ini.<br />
Berdiri diantara hubungan antar sesama laki-laki.<br />
Agak aneh bagiku, karena pada kenyataannya aku memiliki lelakiku sendiri.<br />
Jujur, aku tak tahu harus merasakan apa.<br />
Senang, sedih, atau... apa?<br />
<br />
Sayang, tak bisa kah kau hanya melihatku saja?<br />
Begitu hebatnyakah lelaki itu dimatamu?<br />
Aku tak tahan membayangkan bibir tipismu menciumnya.<br />
Dan aku juga tak tahan membayangkan tangan besarnya memeluk tubuhmu yang harum.<br />
Perlahan tapi pasti aku semakin membencinya.<br />
<br />
Sayang, aku harus bagaimana?<br />
Hati ini semakin tak karuan beberapa hari ini.</description>
   <author></author>
   <pubDate>Wed, 05 Dec 2007 09:57:45 +0100</pubDate>
  </item>
   <item>
   <guid>http://udarasore.blog.com/2370501/</guid>
   <title>Fact</title>
   <link>http://udarasore.blog.com/2370501/</link>
   <description>Waktu terus bergulir diantara kita.<br />
Sejalan itu pula, satu demi satu fakta tentangmu hadir di hadapanku,<br />
dengan ataupun tanpa kupinta.<br />
Satu diantaranya membuat telingaku panas.<br />
Apakah benar cerita itu?<br />
Banyak bayangan burukku tentang-mu, tapi apakah ada fakta yang seburuk itu?<br />
<br />
Ingin rasanya aku tanyakan langsung padamu.<br />
Tapi apakah aku akan mendapatkan jawaban yang jujur?<br />
Ataukah kau hanya akan mengarang cerita untuk mempertahankan kecintaanku padamu?<br />
<br />
Kadang aku bertanya dalama hati,<br />
Apakah tawa dan canda yang kita bagi ini kenyataan yang kuat,<br />
atau hanya lapisan palsu yang kau buat untuk pertemanan kita?<br />
Apakah kau nyaman tertawa disampingku?<br />
Apakah leluconku memang lucu atau kau hanya ingin menyenangkan hatiku?<br />
<br />
Seperti yang pernah kubilang padamu,<br />
Jangan pernah meletakkanku dibawah, karena dimataku telah kuaikkan kau agar sejajar denganku.<br />
<br />
Tidak, kita tidak ada masalah.<br />
Aku hanya sedang berfikir saja.<br />
Berfikir tentang kau, berfikir tentang kita.<br />
<br />
Have a nice day little brother...</description>
   <author></author>
   <pubDate>Tue, 04 Dec 2007 18:15:01 +0100</pubDate>
  </item>
  </channel>
</rss>