Apa yang kau lihat...
Kadang aku tidak mengerti, bagaimana caranya agar bayanganmu hilang dari otakku. Dengan kebencian yang kubangun, serta kemarahan yang kumiliki, aku tetap bertanya-tanya...
Sedang apakah dirimu?
Ingatkah kau padaku?
Rindukah kau padaku?
Saat wujudmu dihadapanku, aku tidak bisa memasang tatapan sayngku padamu. Aku takut.
Aku hanya bisa terlihat menyebalkan dan angkuh. Itu semata-mata karena aku takut.
Aku takut kau bisa melihat rasa sayang di dalam mataku.
Aku takut kau tahu bahwa aku selalu merindukanmu.
Aku takut sayang...
Lihatlah aku...konyol rasanya.
Aku hanya bisa melihatmu dari jauh dan menyiapkan tangan untuk menarikmu saat kau ingin terjatuh. Kau bisa mengandalkanku, aku tak akan biarkan kau jatuh.
Maafkan aku yang terlihat begitu meyebalkan.
Andai saja aku bisa mengatakan rasa ini padamu, mungkin dada ini tak akan sesesak ini.
Sedang apakah dirimu?
Ingatkah kau padaku?
Rindukah kau padaku?
Saat wujudmu dihadapanku, aku tidak bisa memasang tatapan sayngku padamu. Aku takut.
Aku hanya bisa terlihat menyebalkan dan angkuh. Itu semata-mata karena aku takut.
Aku takut kau bisa melihat rasa sayang di dalam mataku.
Aku takut kau tahu bahwa aku selalu merindukanmu.
Aku takut sayang...
Lihatlah aku...konyol rasanya.
Aku hanya bisa melihatmu dari jauh dan menyiapkan tangan untuk menarikmu saat kau ingin terjatuh. Kau bisa mengandalkanku, aku tak akan biarkan kau jatuh.
Maafkan aku yang terlihat begitu meyebalkan.
Andai saja aku bisa mengatakan rasa ini padamu, mungkin dada ini tak akan sesesak ini.

