Neraka
Jika aku melakukan apa yang kuceritakan di blog ini maka pasti aku masuk dalam kategori sundal, perek, gatel, psk, dan S addict. Tapi kenyataannya saat ini semua cerita liar ini hanya ada dalam alam pikiranku. Sekuat hasratku meniduri laki2 tampan yang ada di sekelilingku, lebih kuat lagi hasratku untuk membiarkan hidup berjalan tenang.
Aku masih percaya surga & neraka, seperti aku percaya dua dunia yang kumiliki. Dunia nyata & maya.
Tau kah kau bagaimana rasanya tidak bisa mengeluarkan pikiran2 indah yang ada di otakmu? It Sucks! Datang dan pergi comment dari orang2 yang kebetulan lewat dan membaca adalah reflexi pemikiran mahluk lain atas suaraku. Itu bagai lagu indah yang mengalun sejalan kata-kata terketik disini.
Jika aku cerita bahwa malam ini aku akan bertemu dengan dia yang membuatku turn on kemarin, suara dunia nyata pasti akan mencaci-makiku dengan berbagai spekulasi negatif. Padahal sebenarnya aku hanya melepas rindu dengan menatap wajahnya dan menyentuh sedikit kulitnya, tak lebih dari itu. Aku harus mengakomodir dorongan hatiku walau sedikit, karena jika aku lawan, dorongannya malah akan semakin besar.
Mungkin indah jika ada sedikit revisi dalam beberapa peraturan baku "norma" ya? Tapi kurasa aku tidak bisa meminta lebih dari nilai-nilai yang ada di mata Tuhan ataupun manusia selain aku. Tapi kalau Tuhan tidak menciptakan Neraka, akankah hidup ini lebih mudah? Guess I'll never know.


aku mau tanya satu hal saja, kamu suka atau tidak bila aku menulis komentar di sini ?
kalau tidak, saya akan quit [as u wish] krn saya perempuan bukan type pemaksa
kalau biasa2 saja, yah saya akan tetap mengalir apa adanya
kalau suka, yah saya akan tetap biasa2 saja
intinya, saya tdk mencari pembenaran di stp alur cerita yang kamu tulis di sini setiap hari. apakah ini fiksi atau nyata sekalipun, saya hanya menikmati seluruh gaya menulis kamu. apalagi dengan disuguhi oleh cerita yang eksentrik spt ini. (Comment this)
Keep writing sista... :) (Comment this)