Sabtu Dingin
Sudah lama aku tidak semabuk itu.
Udara dingin membuatku merasa nyaman untuk melepas batasan.
Malam itu, aku berdua dengannya.
Dia teman mabukku.
Partner sumpitku.
Aku tahu kami sangat ingin melakukannya.
Melanggar semua norma.
Tapi aku tak sanggup.
Aku tak sanggup terbangun esok hari dan kehilangan dia sebagai temanku.
Dalam dingin yang begitu membuat horni.
Cukup bau nafas yang kami tukarkan.
Cukup sentuhan kulit tangan dan hidung yang kami lepaskan.
Walau dingin semakin menggigit, kami tetap tak bisa berpelukan.
Wajahnya ada dan tiada,
datang bergantian dengan layar hitam.
Dia tersenyum dengan mata menyipit.
I enjoy our time my friend...
Glad we did it and we don't.

