Monday, July 31, 2006

Tak ada

Menakjubkan memang cara tuhan mempermaikan hatiku.
Hari ini, ditengah kemarahan yang berkobar, sosok muda itu tiada  hadir.
Tapi, Tuhan…hatiku itu mudah berubah loh…
Tak ada dia ada yang lain.

Berbagai cara menuju kebahagiaan,
tanpanyapun aku bisa bahagia.
Kutengok sosok gaul berambut botak di kejauhan.
Seutas senyum pasti bisa membuatnya melangkah kearahku, tersenyumlah aku.
lalu…ada teman makan malam rupanya aku malam ini :)

Dia mungkin tak menarik nafsuku, tapi cukup untuk menghilangkan penatku.

Hay, kamu…malam ini udara cukup cerah. Akupun tak keberatan menyalakan sebatang rokok. Enak rasanya duduk diluar sini dan berbicara denganmu. Tak bisakah kita disini sampai pagi? Hanya untuk berbicara dan tertawa.
Aku tak butuh lebih dari itu.

Mungkin besok aku telah melupakanmu, melupakan malam ini. Tapi…suatu malam lain mungkin aku akan membutuhkanmu lagi, jadi mari kita bersulang untuk malam ini.

Cheers !

Posted by at 12:49:17 | Permalink | No Comments »

Dear Blog,

Hari ini menjadi menyebalkan usai percakapan di telepon dgn suamiku. Niat hati ingin menanyakan kabarnya, eh, malam dapat kalimat serius yang bikin gak enak. Mendadak di otakku bangkitlah iblis yang berkata :

“Bosen bgt sih ngomong sama lo! Mendingan gue gak ngomong deh, mending gue ngomong2 sama brondong2 gak guna. Nongkrong, ngopi, and smoke a pot.”

Kebayang mukanya jadi malas pulang. Beberapa jam kemudian sih dia udah minta maaf, tapi dengan embel2. Tapi hati gue dah keburu kesel. Gue diemin aja. Abis capek, dari kemarin kok dia sensitif bgt! Hey man, life is not just about money u know!!! Biar gak makan, yang penting gue bisa ketawa.

Gue cuma berharap keadaan tidak makin buruk dengan kemunculan Mr.Gee di depan hidung gue. Kalo sampe dia muncul, mungkin sore ini gue akan melakukan sesuatu yang gila dengannya. Untung sampai detik ini dia belum muncul. Tapi…kayaknya lebih baik malam ini gue lembur aja lah! Daripada sampe rumah BT, mending sampe rumah dah ngantuk, jadi gak pake ngobrol lagi, langsung tidurrrrrr.

F..k u all !!!!! F..k limitation ! F..k LOVE!!! F..k Commitment! 

Posted by at 10:11:35 | Permalink | No Comments »

Thursday, July 27, 2006

Bercinta

Suamiku, maaf ya…
malam tadi aku mimpi bercinta, tapi bukan denganmu.
Ya, aku mimpi bercinta dengannya.
Bukan aku tak mencintaimu, ataupun tak mencoba menempatkan diriku dalam sepatumu. Jika aku jadi kau tentu aku sakit hati mengetahuinya. Untuk itu lebih baik kau tak tahu.

Malam tadi aku bermimpi bercinta dengan Gee. Aku bermimpi kulitnya menyentuh kulitku. Aku bisa merasakan nafasnya dekat telingaku. Dan aku juga merasakan bibirnya menyemtuh bibirku. Tapi aku tak bisa mencium bau kulitnya.

Suamiku, mungkin selamanya aku hanya akan bisa mencium wangi kulitmu. Aku bersyukur untuk itu.
Maka untuk mimpi ini aku tak akan meminta maaf, karena aku memang menikmatinya hanya dalam anganku. Jika itu menjadi nyata, maka aku akan terbakar di neraka bersamanya.

Ah, monyet kecil, ingin rasanya malam ini aku serahkan diriku padamu.
Tapi sayang, kau sudah menghilang di balik pintu lift itu.
Sampai jumpa besok, kekasih kecilku :)

Posted by at 10:49:00 | Permalink | No Comments »

Tingkat

Aku suka warna Khaki.
Hari ini dia mengenakan baju warna itu.
Mr.Gee. Si kurus berwajah persegi itu seakan tidak membiarkanku melupakan sosoknya dengan mudah.

Bagaimana akau bisa melupakannya jika dia setiap hari, PASTI, mampir setor muka di lantaiku! entah urusan apa saja yang selesaikan disini, tapi yang jelas dia selalu melewati mejaku. Entah itu dengan lirikan atau tatapan, aku pasti melihatnya. Damn! Dan ternyata dia potong rambut. Sialanya, potonyan rambutnya tidak gagal. Malah sukses membuat wajahnya semakin indah.

Ah, andai dia tahu betapa lelah aku menahan nafsu ini. Aku berharap dia hilang selamanya dari hariku. Aku tidak ingin dia hadir didepan mataku. Sumpah aku takut dengan diriku sendiri. Ada tembok tebal yang tak terlihat diantara aku dan dia. Secara usia, jabatan, dan keuangan, jelas dia menganggapku jauh melebihi kemampuannya. Aku yakin itu yang membuatnya jadi sulit berteman denganku. Sekeras apapun aku mendekat, aku tatap tidak bisa meraih dunianya. Dunia muda yang terlalu sederhana.

Saat aku berjalan tegak di food court mall, dia dengan gajih karyawan barunya sibuk mengantri makanan di grobak makanan di parkiran. Duh,…sulit sekali ternyata ya? Kalaupun aku bersedia merendah, dia tetap saja takut. Dimatanya sosokku terlalu tinggi, terlalu mahal, terlalu….high class. Yah, aku memang harus sadar, aku bahkan makan siang satu meja dengan bos-nya, bagaimana mungkin dia berani berharap banyak dariku.

Akhirnya aku tak lebih dari mendapatkan lirikan curi2nya, senyum malu2nya, dan existensi sosok yang tak bersuara. Huh, garing!

Posted by at 10:26:22 | Permalink | Comments (1) »

Tuesday, July 25, 2006

Ngopi di sore ini…

Senang sekali rasanya sore ini. Ngopi di cafe dalam udara sore yang cerah, bersama seorang kawan. Melihat lalu-lalang mahasiswa2 di jalanan depan cafe. Kulirik meja sebelah yang penuh oleh segerombolan pemuda belia yang bersih dan tampan.

Ternyata mereka cukup gila untuk membalas tatapanku dengan senyum mudanya. Sayang sekali aku belum cukup gila untuk mengedipkan sebelah mataku dan mengundangnya dengan senyuman. Andai saja itu kulakukan, mungkin malam ini aku akan pulang telat :)

Fyuuuh…entah kenapa daun muda sekarang begitu tampan dan berani main api :)

Posted by at 11:52:40 | Permalink | No Comments »

My Dee

Mr.Dee hadir sebelum Mr.G menghantui hari2ku di kantor.
Luar biasa impac dari kehadiran sosoknya. Gayanya yang berantakan ala anak gaul music abas 2000 itu membuat mataku terpaku lekat padanya. Luar biasa saat dia memainkan alat music ditangannya. Awalnya kukira dia anak kuliah, tapi sejalan waktu aku tau bahwa ia putus kuliah.

Saat hari2ku memikirkannya, kami sempat berkomunikasi rutin. Tapi tampaknya, dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Selain dia punya pacar, dia juga sangat tergantung secara ekonomi degan pacarnya. Memang kelihatannya dia agak matre, tapi yah…gimana donk, aku suka.

Aku luar biasa frustasi saat aku harus menerima kenyataan bahwa aku tertolak. Dalam komunikasi kami aku berusaha untuk menerima kenyataan dan menganggapnya sebagai adikku sendiri. Tapi tampaknya visi & misi hidup kami sangat berbeda. Aku dipaksa menghilangkan sosoknya dihariku.

Itu kejadian Awal tahun 2006. Sayangnya sampai saat ini aku masih merindukannya. Kenangannya seakan aman tersimpan di ruang khusus dalam hatiku. Aku merindukan suaranya, smsnya, aku rindu melihatnya. Sebenarnya bisa saja kalao aku mau menemuinya, namun itu akan mengganggu perasaanku lagi. Aku terlalu dalam merasakan sososknya, itu bisa mengganggu rutinitas “ML-ku” dengan suamiku. Ya, karena aku sering kali membayangkannya mencumbuiku.

Andai aku cukup gila, dan aku cukup tak peduli dengan dosa, aku ingin sekali merasakan satu malam bersamanya. Berapakun aku harus membayarnya dengan harta, akan kubayar! Namun pikiran gilaku hanya berhenti sampai disitu. Aku hanya bisa mencumbui bayangnya dalam anganku.

Aku ingin sekali menemuinya, tapi aku takut pada diriku sendiri. Aku takut tidak bisa menahan kesetiaan ini. Aku takut aku terlalu menikmatinya dan lupa jalan pulang. Tuhan, tak bisakah rasa ini hilang?

I miss u so much, Dee.

Posted by at 10:31:17 | Permalink | Comments (1) »

Friday, July 21, 2006

Try to ignore him

Minggu berlalu, sosoknya hilir mudik disekitarku. Aku berusaha keras untuk tidak melihatnya. Bahkan saat dia berada hanya 1 meter dari tempatku berdiri, aku mencoba untuk tidak menoleh. Aku berjuang keras untuk menghilangkan perasaan ini. Itu karena aku dihadapkan pada nafsu yang beresiko.

Jika mata kami bertemu, nantinya aku bisa berkata :
“Bagaimana kalo kita ke tangga darurat dan berciuman?”
Pastinya kalo itu sampai terjadi, resikonya akan terlalu besar untukku, sedangkan untuknya adalah sebuah prestasi muda yang membanggakan.

Mungkin dia bingung dengan perubahan sikapku yang tadinya ramah menjadi acuh. Mungkin dia merasa bahwa ia telah melihat sosokku yang sebenarnya. Sosos yang sombong. Aku rasa itu resiko yang harus aku hadapi jika aku ingin selamat. Mata hangatnya terkadang membuatku merasa tidak tega untuk mengacuhkannya, tapi aku harus.

Entah sampai kapan aku harus begini, mungkin sampai perasaan ini mati.
Atau, sampai ia potong rambu? Biasanya aku bisa menjadi “ilfil” saat seorang laki2 potong rambutnya salah model. Hehehe… :)

Posted by at 03:48:29 | Permalink | Comments (1) »

Friday, July 14, 2006

Pemuda-ku

Dear blog,

Hari ini saya sengaja menciptakanmu. Karena saya sudah tidak tahu harus berbicara ke siapa. Cara pandang saya akan hidup mungkin agak berbeda dengan pandangan wanita kebanyakan.
Aku sadar sebagai wanita yang punya suami aku harus lebih menjaga diri. Tapi aku juga manusia, yang punya hati dan nafsu. Aku mungkin bisa bercerita banyak hal pada semua orang tentang hal2 dalam hidupku, tapi tidak untuk yang satu ini.

Saat ini aku sedang tertarik dengan seseorang. Dia anak baru di kantor tempatku bekerja. Aku menyebutnya Mr. A. Perawakannya kurus, berambut lurus, dan bermata tajam. Gayanya masih seperti anak kuliahan dgn celana boot cut & agak sedikit urakan. Aku memang selalu suka dengan laki2 yang bergaya urakan. Walaupun pada akhirnya aku memilih laki2 rapi untuk menjadi suamiku. Bagiku laki2 nakal dan brutal memiliki nilai lebih dimataku.

Ini adalah kejadian kedua setelah aku menikah. Yang pertama adalah rasa tertarikku pada seorang anak kuliah bernama Mr. D. Saat itu aku bisa dikatakan lebih parah, karena aku sering sekali sms& telp dia secara sembunyi2. Walaupun tidak ada kontak fisik, tapi dia menguasai 100% hati & pikiranku.

Dengan Mr. A ini kejadiannya tidak separah itu. Berawal dari saat pulang kantor aku melihat sosok asing di loby kantor. Aku melihat karena diapun melihatku. Untuk ukuran orang kantoran wajahnya terlalu muda dgn rambut yang cenderung agak gondrong. Dia berdiri diam sendiri seperti menunggu seseorang, sambil sesekali melihatku. Saat aku beranjak pergi aku melihat salah seorang temanku menghampirinya. Dari situ aku bisa menebak dia pasti anak baru di group teknik.

Waktu berlalu, aku melupakannya. Tapi suatu hari sosok ini muncul tiba2 di depan mejaku. Dia kesasar dan menanyakan letak meja seseorang dari bagian yang selantai denganku. Aku terkejut sampai aku bengong melihatnya dan dia tersenyum menatapku dengan wajah malu. Aku senang saat seorang laki2 malu2 menerima tatapanku. Tanpa sadar aku lupa menanyakan namanya & diapun berlalu. Jeda beberapa minggu setelah itu, dia muncul lagi dimejaku untuk menanyakan hal yang sejenis, kontan aku menanyakan namanya. Dia menyebutkan namanya sambil tertawa malu. Aku suka caranya tersenyum, lucu. Tapi kejadian itupun hanya berlalu saja.

Sampai minggu lalu, aku sangat butuh bantuan teknisi untuk komputerku. Ternyata dia yang datang. Saat itu aku senang & terkejut. Dia tersenyum malu seperti biasanya. Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan untuk komputerku, namun saat itu aku memintanya untuk memberikan fasilitas yang lebih untuk komputerku. Fasilitas yang sebenarnya hanya boleh dimiliki bos2ku, lalu dengan mata yang menatapku langsung ke jantung dia berkata : “Kalo saya bisa kasih, saya dikasih apa?”

Aku sangat terkejut. Tidak tahu harus berkata apa, ingin rasanya aku berkata : “Bagaimana kalau saya kasih sebuah ciuman di bibirmu yang tipis itu?”, tapi untung itu tidak keluar dari mulutku.

Ternyata dia bisa mewujudkannya. Di telp dia mengulang kalimat itu lagi dan aku hanya bisa berkata “Kamu maunya apa?”, untungnya dia tertawa kecil sambil berkata “Untuk Mba, gratis deh. Gak usah kasih apa2, tapi jangan bilang2 sama orang lain ya.”, dalam hatiku berteriak “Ayo minta cium doooooonk dari aku !!!” tapi ternyata tidak.

Sejak saat itu aku selalu mencari alasan agar dia bisa hadir dilantaiku. Aku hanya ingin melihatnya. Walau saat dia hadir pernah aku bahkan tidak menyapanya dan berlagak cuek. Aku takut grogi kalau melihatnya. Mungkin untuk sebagian orang kalimat itu terdengar biasa saja, kemungkinan besar aku terlalu GR. Tapi cara dia menatapku saat dia mengucapkan kalimat itu, membuat libidoku beberapa detik terbangun.
Dilain sisi aku merasa bersalah karena naksir dengan orang lain, tapi disisi lain aku sadar bahwa aku hanya manusia. Aku hanya berharap aku cukup kuat untuk tidak tergoda menciumnya, memeluknya, atau bahkan tidur dengannya.

Posted by at 02:59:59 | Permalink | No Comments »