Monday, August 28, 2006

Sesak

Hari ini rasanya berat sekali pundakku. Seakan ada beban berat yang ditaruhkan disana. Aku tak tahu beban apa itu, tapi yang jelas aku bisa merasakannya. Agak membuat sesak dada dan membuat panas mata.

Aku enggan menggunakan atribut. Bahkan sebuah cincin kecilpun membuat jariku berat. Kalau saja bisa, hari ini aku hanya ingin telanjang dan tidur pulas. Aku lelah berfikir. Aku lelah mendengar. Apalagi untuk berbicara. Tubuhku tak kuat bahkan untuk menahan sehelai benangpun diatas kulitku.

Kalau saja ada ganja, rasanya pasti enak sekali. Untuk beberapa saat aku bisa berada di keadaan yang tak berbeban. Aku butuh ruang yang luas untuk bernafas. Dadaku sesak walau aku tak asma. Persetan percintaan. Persetan kasih sayang. Aku hanya ingin diam.

Tapi entah mengapa mereka tak mau diam, semua bersuara, hingga aku hampir gila. Aku hampir gila ! Sampai kapan ini berlangsung, aku sakit kepala!

Posted by in 10:22:42 | Permalink | Comments (1) »

Hmmm…???!!

Entah apa yang membuatnya begini.
Entah kenapa dia selalu mencariku dan selalu ingin dilibatkan dalam aktivitasku.
Aku bukan bicarakan Hega lagi loh! Ini Dino, teman lamaku di kantor.
Dua hari yang lalu kami melakukan perjalanan kantor bersama, masih dalam kota sih, tapi itu menempatkan kami seharian bersama. Pulang dari perjalanan itu, tiap jam Dino selalu menghubungiku untuk hal2 yang tidak penting seperti…

“Hey, lo gimana kabar approval itu?”
“Bukannya 5 menit yang lalu lo baru telp gue untuk tanyakan hal itu juga dan gue jawab bahwa gue gak tau?”
“Oiya ya, eh..lo lagi apa?”
“Masih sama seperti 5 menit yang lalu, baca email.”
“Ow…ok ..bye.”
“Bye.”

…dan belasan percakapan unusuall lainnya.

Parahnya lagi, aku merasa Dino tidak suka aku berkomunikasi dengan Hega lebih sering daripada dengannya. ( …???…). Ada satu kesempatan saat aku sedang on line dengan Hega, Dino telp ke hp-ku, dan…

“Ya Din?”
“Lagi ngapain lo?”
“Lagi on line sama Hega. Kenapa?”
“Huhh, Hega melulu.”
“Hah? Mang kenapa?”
“Gak apa, yaudah deh, bye.”
Klik!

What? Thats weird man…

Lebih parahnya lagi, malamnya Hega bilang dia mau antar aku pulang di depan Dino.
Kontan Dino berkata : “Emang lo searah? Sama gue aja lah, kan gue searah.”
Aku langsung menengahi dengan berkata :
“Gak apa2 Din, kan si Hega belum pernah tau rumah gue. Gue sama Hega aja.”
Sambil segera pergi dari suasana aneh itu. Yaks, what the hell is that?
Are they forgeting something ? Man, I’m Taken!!
I don’t like this kinda situation :(

Posted by in 05:35:37 | Permalink | No Comments »