Why R u… ?
“…tidak berharap menjalin hubungan apapun dengannya, selain dari teman.”
Siang ini Hega datang ke mejaku, seperti biasanya, tapi kali ini yang mengejutkanku adalah tatapan matanya.
“Halo…” Katanya lembut sambil tersenyum menataku.
Sejak pagi kami memang belum bertemu. Hanya komunikasi dari telfon internal yang menghubungkan komunikasi kami. Aku tau dia sedang sangat pusing dan sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia tidak bisa melakukan apa2 diluar itu. Aku memang merindukannya muncul dari pintu itu, menghampiriku, dan ngobrol konyol tentang project kami. Yang mengejutkanku adalah ekspresinya tadi mengatakan :
“Hey, I miss seing u so much!”
Karena tatapan itu aku jadi agak salting. Untungnya berapa lama hpnya berdering dan dia sibuk berbicara dgn parner kami. Aku menghela nafas lega dan menyibukkan diriku dgn juga menelfon temanku. Ternyata gak berapa lama saat aku on line, dia datang lagi. Kali ini dia menjatuhkan diri di kursi seperti orang kelelahan di kursi yang ia letakkan di belakang kursi kerjaku.
Jelas aku menyudahi pembicaraanku di telfon dan menghadapnya.
“Kenapa?” tanyaku.
“I don’t have anything to say. Gue cuma mau duduk dekat lo bentar.”
“Ok then.” Akupun diam menatapnya yang terlihat sangat lelah.
“Punya coklat gak?” Katanya tersenyum lemah.
“No, tapi gw punya roti coklat. Mau?”
Dia mengangguk.
Selesai makan sepotong roti dan segelas air dia pun kembali menghilang dari pintu ruanganku.
What is this? Kenapa tiba2 teman baru gw ini begitu manja? Dia memilih untuk isttirahat disampingku saat dia lelah? Dia memilih untuk mencurahkan isi hatinya padaku saat dia bingung. Well, he realy makes me feel so important. Hmmm…I wonder why.