Bersamamu
Kau hadir dalam mimpiku semalam.
Itu karena kau merinduku ataukah aku yang merindumu?
Ataukah di satu titik hatiku yang terkeci, ada pengharapanku atasmu?
Hay kau mahluk yang penuh ketidak sempurnaan, sungguh aku tak tahu.
Bagaimana lagi caranya agar bisa total hilangkan kau dari hidupku.
Hidup kita adalah matinya, mati kita adalah hidupnya.
Kau letakkan dua nyawa dalam tanganku.
Tak ada jalan untuk kita.
Sejujurnya, satu-satunya jalan agar kita bisa bersama adalah kematiannya.
Namun, sejujurnya akupun tak tahu, apakah jika dia mati aku masih ingin hidup.
Apakah itu artinya, sesungguhnya akupun tak yakin, apakah aku ingin bersamamu?