Rabu | Agustus 30, 2006

Yes, I know...

Hay you,

I can see that.
Abd I can see it well.
You miss me.
But try to hide it from me.
It's OK.
You can hide as long as you want.
But I'm pretty damn sure you'll give up.
And by that time, I'll still be here for you.
You won't take me home,
but you can have me beside you.
I know,
that is the only way you can breath.

Hugs,
Me

Posted by at 20:43:53 | Permanent Link | Comments (0) |

Selasa | Agustus 29, 2006

Misteri

Hega berubah.
Kemarin dia menjadi pendiam, walau dia mencoba terlihat ceria, tapi he can't fool me.
Apa sebenarnya yang ada dalam hatinya. Kemarin terakhir kami bertemu dia menatapku agal lama dengan wajah tanpa senyum sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu. Aku hanya berdiri di sisi pintu lainya tanpa tahu harus mengartikan tatapan itu dalam kalimat apa.

Jika aku evaluasi hari kemarin, aku yakin tidak ada kalimat yang salah dari prilakuku. Karena sebenarnya bisa dibilang, kemarin aku dan dia tidak terlalu banyak bertemu. Jadi, aku benar2 tidak tahu apa yang dia rasakan. Dia tidak marah, tapi dia menjadi agak murung. Malah malam harinya dia bilang akan pulang cepat karena badannya kurang enak. Tapi kok hatiku bilang dia bohong ya? Kok aku merasa bahwa yang sedang tidak enak adalah hatinya, bukan badannya.

Sempat terfikir bahwa mungkin dia begitu karena dia merasa perasaannya semakin dalam padaku, sedangkan dia tahu itu tidak boleh terjadi. Maka dia berusaha membangun tembok diantara kami. Tapi entah lah, itu hanya dugaanku yang mungkin terlalu percaya diri. Pada dasarnya aku tidak terlalu suka misteri.

Sampai rumah, aku pandang lelaki itu. Dimatanya masih kulihat cinta yang sama seperti saat aku menikahinya. Tidak ada misteri dalam tatapannya. Itu bisa membuatku tenang dan tidur nyenyak semalam, tanpa Hega dalam mimpiku.

Hari ini aku kembali menghapus, satu rasa lagi dalam hatiku.

Posted by at 10:16:13 | Permanent Link | Comments (0) |

Senin | Agustus 28, 2006

Sesak

Hari ini rasanya berat sekali pundakku. Seakan ada beban berat yang ditaruhkan disana. Aku tak tahu beban apa itu, tapi yang jelas aku bisa merasakannya. Agak membuat sesak dada dan membuat panas mata.

Aku enggan menggunakan atribut. Bahkan sebuah cincin kecilpun membuat jariku berat. Kalau saja bisa, hari ini aku hanya ingin telanjang dan tidur pulas. Aku lelah berfikir. Aku lelah mendengar. Apalagi untuk berbicara. Tubuhku tak kuat bahkan untuk menahan sehelai benangpun diatas kulitku.

Kalau saja ada ganja, rasanya pasti enak sekali. Untuk beberapa saat aku bisa berada di keadaan yang tak berbeban. Aku butuh ruang yang luas untuk bernafas. Dadaku sesak walau aku tak asma. Persetan percintaan. Persetan kasih sayang. Aku hanya ingin diam.

Tapi entah mengapa mereka tak mau diam, semua bersuara, hingga aku hampir gila. Aku hampir gila ! Sampai kapan ini berlangsung, aku sakit kepala!

Posted by at 17:22:42 | Permanent Link | Comments (1) |

Hmmm...???!!

Entah apa yang membuatnya begini.
Entah kenapa dia selalu mencariku dan selalu ingin dilibatkan dalam aktivitasku.
Aku bukan bicarakan Hega lagi loh! Ini Dino, teman lamaku di kantor.
Dua hari yang lalu kami melakukan perjalanan kantor bersama, masih dalam kota sih, tapi itu menempatkan kami seharian bersama. Pulang dari perjalanan itu, tiap jam Dino selalu menghubungiku untuk hal2 yang tidak penting seperti...

"Hey, lo gimana kabar approval itu?"
"Bukannya 5 menit yang lalu lo baru telp gue untuk tanyakan hal itu juga dan gue jawab bahwa gue gak tau?"
"Oiya ya, eh..lo lagi apa?"
"Masih sama seperti 5 menit yang lalu, baca email."
"Ow...ok ..bye."
"Bye."

...dan belasan percakapan unusuall lainnya.

Parahnya lagi, aku merasa Dino tidak suka aku berkomunikasi dengan Hega lebih sering daripada dengannya. ( ...???...). Ada satu kesempatan saat aku sedang on line dengan Hega, Dino telp ke hp-ku, dan...

"Ya Din?"
"Lagi ngapain lo?"
"Lagi on line sama Hega. Kenapa?"
"Huhh, Hega melulu."
"Hah? Mang kenapa?"
"Gak apa, yaudah deh, bye."
Klik!

What? Thats weird man...

Lebih parahnya lagi, malamnya Hega bilang dia mau antar aku pulang di depan Dino.
Kontan Dino berkata : "Emang lo searah? Sama gue aja lah, kan gue searah."
Aku langsung menengahi dengan berkata :
"Gak apa2 Din, kan si Hega belum pernah tau rumah gue. Gue sama Hega aja."
Sambil segera pergi dari suasana aneh itu. Yaks, what the hell is that?
Are they forgeting something ? Man, I'm Taken!!
I don't like this kinda situation :(
Posted by at 12:35:37 | Permanent Link | Comments (0) |

Kamis | Agustus 24, 2006

War is Over

Rabu pagi Hega menghubungi desk phone-ku, dan mulailah percakapan ini :

"Lo marah sama gue ya?"
"Memang dari kemarin gak ngerasa?"
"Ngerasa sih, tapi kemarin gue terlalu ruwet untuk nanya."
"Lo tau gak gue marah kenapa?"
Lalu dia menyebutkan jawaban yang kurang tepat.
"Bukan itu tepatnya. Lo inget Jumat malam? Sopan gak kelakuan lo?"
"Ow, that part. Gue salah bgt! I'm so sorry."
"Nah, thats all I want to hear. Dari kemarin kek..."
"Maaf, gue takut bgt liat sikap lo dan banyak bgt yang harus gue urus kemarin. Maafin gue ya.."
"OK, dimaafkan. Memang sebenarnya sih hari ini gue rencananya udah gak marah lagi, hehe..."
"Thank u ya."
"Sama-sama, maafin gue ya kalo kemarin gue galak bgt!"
"Udah sewajarnya kok, hehe.."

Dan begitulah bagaimana kami berbaikan.
Pada dasarnya aku orang yang sangat mudah lupa, termasuk saat aku marah. Biasanya sejalan waktu aku lupa apa alasan marahku dan berakhir dengan biasa lagi, hihihi...

Malam harinya, seperti biasa, dia datang ke mejaku dan kami mulai tertawa lagi. I'm glad everythings end up good. Thanks Ga..

Posted by at 09:09:01 | Permanent Link | Comments (0) |

Selasa | Agustus 22, 2006

Sorry Ga...

Malam ini belum terlalu gelap.
Hega datang menghampiri mejaku. Dia tidak mengeluarkan suara apapun, bahkan memanggilku. Dia hanya menarik kursi dan duduk dibelakangku. Mau tidak mau aku harus membalikkan badan, karena tidak ada orang lain disekitarku.

Dia tersenyum, aku diam tak membalas senyumnya.
Dia memilih untuk tidak membahas apa2 tentang kemarahanku. Sebaliknya ia mencoba mencairkan suasana dengan membahas pekerjaan. Jelas aku bersikap tidak peduli. Aku hanya menjawab :

"Email aja ke gue apa yang lo butuh." lalu aku membalikkan kembali badanku menghadap komputer, memunggunginya.

Dia diam dan beranjak pergi tanpa berkata apapun.
Ketika sosoknya menghilang, aku menjatuhkan kepalaku keatas meja.
Tidak enak sekali rasanya menyakitinya. Awalnya hari ini aku menikmati masa pembalasan ini, tapi malam ini ada rasa sesal dalam hatiku.

Teman, andai saja kau cukup berani untuk mengucapkan kata "maaf", maka kita tak harus begini.

Posted by at 20:43:02 | Permanent Link | Comments (0) |

Hega is Back

Jumat pagi aku sudah dikejutkan oleh kedatangannya ke meja kerjaku. Dia meletakkan sebuah souvenier kecil yang disebutnya "oleh-oleh dari Spore". Tak ada alasan bagiku untuk tidak memberikannya senyum termanisku :) We chat for about 30mnt, it's still fun, but I can feel something different from his eyes.

Wow, you nervous Ga? So you do like me? And you do miss me :) Kulihat hatiku tersenyum saat itu. Menyenangkan mengetahui laki2 ini ternyata memang tertarik padaku. Tapi sayangnya, aku perasaanku sudah netral. Aku bisa tahu karena saat kami tengah berbincang, Gee lewat, dan aku menoleh padanya. Sosok Hega di depan mata seakan hilang beberapa detik. Too bad u don't realize that Ga.

Hari berlanjut sore dan hampir tiap jam kami saling kontak via telfon, aku sekan berusaha menumbuhkan rasa nyaman itu lagi. Tapi, dipenutupan hari malam yang terjadi sebaliknya. I hate him. Terlalu malas rasanya untuk menceritakannya saat ini. Its about manner.

Congrat Ga, you just kick your self from my heart!

Pagi ini, saat aku malangkah ke lobby kantor, aku melihat sosoknya berdiri merokok di depan lobby. Jelas aku melengos pura2 tidak melihatnya. Aku tahu dia pasti melihatku. Benar saja, sesampainya aku di meja, telfon mejaku berdering. Ini terlalu pagi untuk orang menefol, it's got to be him. And I damn right!

" Hey, udah datang."
" Ini udah angkat telfon bukan?"
" Datang jam berapa tadi?"
" Delapan kurang. Ada apa?"
"Gak ada apa2, cuma mau tanya itu aja."
"Ow, Ok then. Bye."
Click !

Aku tersenyum menang.
You better be good Ga, if your not, you will be very sorry to lose me as a friend.

Teman datang dan pergi.
Tapi teman jeati akan tetap di hati,
dan akan sesekali kembali saat kita terjatuh.

Posted by at 11:01:07 | Permanent Link | Comments (1) |

Rabu | Agustus 16, 2006

Dear Hega,

Man, U've been going too long.
It's been 3 days since you leaved and I'm starting to forget your face (sorry, I have a rally bad memories about peoples face) Tongue out And... I also starting to forget that "missing" feeling. Hmmm...I do weird humm? But, thats me, can't do anything to change it.

Guess who shown up to my desk today. Gee. Ups, he just making it worse don't he? Cool But what can I do? He came to me and make me laugh. He bring back the pieces that you left suround me when you leave. He still sexy, just like the last time I notice.

I'm a bad liar u know. If u r here u'll see in my eyes that I still wan't a hot time with him. I cannot compare u with him. I like you in a very different way. U attarct me in my heart, and he attract me in a s.xual way. So If I can, want to have both of u on a different time in my day.

Anyway Ga, you better be here as soon as possible. Cause, I think, in August 22, I 'll have no memories of you at all. You can't angry if this is happen, cause you are not more than just a "friend".

Regards,

Me

Posted by at 18:55:11 | Permanent Link | Comments (2) |

Selasa | Agustus 15, 2006

Missing U...

Hari kedua kau pergi. Ternyata aku cukup beruntung untuk mendapatkan lebih dari sekedar sms-mu. Aku begitu gembira menerima telfon-mu tadi malam. Ternyata di negara lainpun kau masih sempat mengingatku, thank u :) Walau ada kerjaan dalam pembicaraan kita, tapi aku menghargai kau mau tahu kabarku dan apa yang sedang aku lakukan.

I dream a bout u last night. It was a hot dream. In that dream u said that u like my parfume, and u smell it on my neck. I feel the tickle of ur breath. So I did the same thing to ur neck. U like it and I can feel ur desire. Too bad morning's come. U have to know, its hard for me to open my eyes, cause that means I have to lose u.

Even though we often had a fight about the job, I can feel that u care about me and my day while ur away. I hate to know that there will be long weekend next week.Hey, sore ini aku benar2 sadar, sejak kau pergi, aku kehilangan tawa lepasku. Aku kehilangan sakit perutku karena tawa yang sangat geli. That time I realize, I do, really ... missing u.

Cepat kembali, tak penting akau buat aku tertawa atau marah.
Aku butuh tertawa, seperti aku butuh kejengkelan.

 

Posted by at 19:59:34 | Permanent Link | Comments (2) |

Senin | Agustus 14, 2006

What is this between us?

Thanks god the weekend is over! Since Saturday morning I can't wait to go to the office. Walau aku tahu aku tidak akan bisa bertemu Hega untuk 3 hari kedepan, karena dia sedang dikirim ke Spore. Well, I miss him already, tapi pagi ini aku bisa berkata : "Untung dia pergi !"

Kenapa? Karena saat ini hatiku tengah marah pada kekasih dirumah. Jadi sangat mungkin aku khilaf jika dia di depan mata :) Anyway, I spend this weekend thinking of him and our project. So, Im officialy missing him. Although I do forget him while I make .... with my hub.

Jumat malam kemarin, sepulang kantor kami makan malam bersama. Ada yang lain dari sikapnya, dia jadi agak pendiam dibandingkan biasanya. Matanya juga beda, biasanya dia menatapku tanpa ragu dan tertawa lantang. Malam itu ia tampak malu menatap langsung, walau tawanya tetap terdengar.

Pagi ini, dia orang pertama yang menghubungiku. Dia memberikan nomor yang bisa dihubungi selama dia di Spore. Aku putuskan untuk tidak membalas smsnya. Just curious, will he sms me again this afternoon? :) I hope so.

Posted by at 09:59:45 | Permanent Link | Comments (2) |
1 2