Wednesday, March 14, 2007

A Nice Surprise in The Afternoon

Bagiku hidup seperti keajaiban yang tak berkesudahan.
Kemarin contohnya, sore hari aku dikejutkan oleh satu sosok dari masa lalu.
Dia, lelaki yang menjadi teman kuliahku, teman mabukku, muncul di depan hidungku.
Ternyata dia adalah wakil dari perusahaan yang tengah bekerjasama dengan perusahaanku.
Butuh beberapa menit bagi kami menghilangkan keterkejutan itu.
Bagaimana tidak, kenangan terakhir kami adalah :
Dalam keadaan mabuk frenchkiss di club didepan semua teman.

Bukan hanya frenchkiss, tapi juga pelukan…sambil bergerak mengikuti alunan DJ, semalaman.
Semua orang tau, bahwa kami terlalu konyol dan besok pagi kami akan menyesali semuanya.
Untungnya tidak sampai buka kamar, kami sudah berhasil dipisahkan (dengan sedikit keributan).
Pagi datang dan kami tidak bisa menghadapi kenyataan, itu menjadi hari terakhir kami bertemu.
Itu adalah satu malam ditahun 2000, sejak hari itu kami saling menghindar.

Sore kemarin, kami berinteraksi untuk pertama kalinya.
Terkejut, tapi mungkin waktu sudah menyembuhkan rasa malu.
Jujur, aku gembira melihatnya. Sosoknya tak banyak berubah.
Ingin rasanya aku berkata :
“Hey, tentang yang dulu, maaf karena aku terlalu mabuk.”

Tapi itu tidak aku lakukan.
Kami hanya tersenyum dan berbincang, catch up what we’ve missed.
Next thing I know, sms darinya menghantarku tidur semalam.
Hmmm…? Did He knows I’m married?

Posted by at 01:29:45 | Permalink | Comments (3)

Friday, March 9, 2007

Murung

Sudah 3 hari ini kulihat wajahmu murung.
Kali ini kau tidak bercerita pada siapapun, tak juga padaku.
Seserius itukah masalah yang kau hadapi?
Aku jadi ikut khawatir.
Konsentrasi kerjaku terganggu.

Aku bagai menunggu bom waktu.
Aku takut kau tak mampu jalani pernikahan yang baru saja kau mulai bulan lalu.
Walau aku memang tidak merasa dia yang terbaik bagimu,
tapi aku tidak berharap pernikahanmu berantakan.

Sudah pernah kukatakan padamu, beberapa hal yang harus kau ketahui.
Kau tak mendengarku, kau selalu menggapku bercanda.
Sayangnya kali itu aku serius kawan.

Ayolah tertawa…
Jangan buat aku khawatir.
Tak cukupkah coklat yang kuberi padamu kemarin?

Posted by at 07:38:23 | Permalink | Comments (1) »

Tuesday, March 6, 2007

Look at your self

Aku benci dia.
Dia yang selalu menelfonmu setiap jam.
Dia yang selalu mencemburuimu.
Dia yang selalu mencurigaimu.
Walau memang kau SANGAT pantas dicurigai Tongue out

Aku yang tadinya tak peduli, menjadi peduli
Aku ingin kau tahu bahwa kau bisa bahagia tanpanya
Aku juga biarkan diriku berdiri di depanmu dan membuka matamu,
menyadarkanmu atas segala kebejatan yang pernah kau lakukan.

Aku memang tetap tidak menyukai tabiat istrimu,
(bukan kubilang bahwa aku lebih baik darinya),
tapi…lihatlah dirimu, tak lelah kah kau bertopeng?
Berpura-pura sayang padanya, lalu jatuh cinta padaku.

Sebagai teman aku sedih,
melihatmu selalu berpura-pura bahagia.

Posted by at 01:53:57 | Permalink | Comments (1) »