A Nice Surprise in The Afternoon
Bagiku hidup seperti keajaiban yang tak berkesudahan.
Kemarin contohnya, sore hari aku dikejutkan oleh satu sosok dari masa lalu.
Dia, lelaki yang menjadi teman kuliahku, teman mabukku, muncul di depan hidungku.
Ternyata dia adalah wakil dari perusahaan yang tengah bekerjasama dengan perusahaanku.
Butuh beberapa menit bagi kami menghilangkan keterkejutan itu.
Bagaimana tidak, kenangan terakhir kami adalah :
Dalam keadaan mabuk frenchkiss di club didepan semua teman.
Bukan hanya frenchkiss, tapi juga pelukan…sambil bergerak mengikuti alunan DJ, semalaman.
Semua orang tau, bahwa kami terlalu konyol dan besok pagi kami akan menyesali semuanya.
Untungnya tidak sampai buka kamar, kami sudah berhasil dipisahkan (dengan sedikit keributan).
Pagi datang dan kami tidak bisa menghadapi kenyataan, itu menjadi hari terakhir kami bertemu.
Itu adalah satu malam ditahun 2000, sejak hari itu kami saling menghindar.
Sore kemarin, kami berinteraksi untuk pertama kalinya.
Terkejut, tapi mungkin waktu sudah menyembuhkan rasa malu.
Jujur, aku gembira melihatnya. Sosoknya tak banyak berubah.
Ingin rasanya aku berkata :
“Hey, tentang yang dulu, maaf karena aku terlalu mabuk.”
Tapi itu tidak aku lakukan.
Kami hanya tersenyum dan berbincang, catch up what we’ve missed.
Next thing I know, sms darinya menghantarku tidur semalam.
Hmmm…? Did He knows I’m married?