Friday, April 27, 2007

Ray

Sudah seminggu sebenarnya sejak aku mulai memperhatikan detail wajahnya.
Harus aku akui memang Tuhan sedang dalam mood baik saat menciptakan dia.
Sebuah hidung mancung di wajah putih tampak sempurna ditemani dua mata sayu yang tajam.
Perawakannya tinggi, lengkap sudah dengan segi2 otot yang terlatih.
Bagaimana tidak, …memang di seorang instruktur.

Aku bertemu denganya di gym tempatku biasa berlatih.
Awalnya aku tak pernah meperhatikan sosok tegapnya yang agak kurus.
Yang kutahu dia adalah sosok gesit dan macho yang selalu mengajarku Art of Combat.
Sampai suatu hari aku berdiri di baris terdepan, sebelum kelas mulai aku menoleh ke arah panggung pengajar.
Dan bertemulah mataku dengan kedua mata tajamnya.
Dia tersenyum sambil memakai sarung tangan combat-nya.
Saat itu aku baru sadar, ternyata sosok yang selama ini ada di depan hidungku itu memiliki wajah yang tampan.

Tak ada yang lebih sejak saat itu, hanya senyum dan sapaan saat kami berpapasan.
Cukup menyenangkan, melihat ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna.

Posted by at 04:32:15 | Permalink | No Comments »

Monday, April 16, 2007

Aku Tidak Suka

Mengapa kau telantarkan dia?
Bukankah kau tau dia tengah mengandung anakmu?
Taukahkah, tak mudah menjadinya?
Menunggumu setiap malam hingga pagi menjelang.
Masih pula kau bisa bersiul?
Kau bisa berbicara dengan nada gembira denganku,
Tak bisakah kau telfon dia untuk tau keadaan bayimu?

Bagaimanapun aku wanita.
Walau aku suka kau memujaku,
aku tetap tidak suka laki-laki yang tidak bertanggung jawab,
dengan benih yang telah ditanamkan di tubuh manusia lain.
Aku bersyukur kau bukan dia.
Dan aku bersyukur aku bersamanya yang bukan kau.

Posted by at 11:09:11 | Permalink | Comments (1) »