Ray
Sudah seminggu sebenarnya sejak aku mulai memperhatikan detail wajahnya.
Harus aku akui memang Tuhan sedang dalam mood baik saat menciptakan dia.
Sebuah hidung mancung di wajah putih tampak sempurna ditemani dua mata sayu yang tajam.
Perawakannya tinggi, lengkap sudah dengan segi2 otot yang terlatih.
Bagaimana tidak, …memang di seorang instruktur.
Aku bertemu denganya di gym tempatku biasa berlatih.
Awalnya aku tak pernah meperhatikan sosok tegapnya yang agak kurus.
Yang kutahu dia adalah sosok gesit dan macho yang selalu mengajarku Art of Combat.
Sampai suatu hari aku berdiri di baris terdepan, sebelum kelas mulai aku menoleh ke arah panggung pengajar.
Dan bertemulah mataku dengan kedua mata tajamnya.
Dia tersenyum sambil memakai sarung tangan combat-nya.
Saat itu aku baru sadar, ternyata sosok yang selama ini ada di depan hidungku itu memiliki wajah yang tampan.
Tak ada yang lebih sejak saat itu, hanya senyum dan sapaan saat kami berpapasan.
Cukup menyenangkan, melihat ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna.