Friday, June 29, 2007

C ya …

Luar biasa mati-matian aku mengacuhkanmu.
Itu perlu effort yang sangat besar kau tau?

It’s amazing how you drive me crazy…
Day and Night Babe, you know I can’t fight it.
Just one look into my eyes and you got me hypnotize.

Aku pamit mundur untuk 3 hari ini ya…
Karena kau tak tampak akan mundur,
it’s clear that I should take one step back from us.
I need to do this.

Unless I want to end up my self in bed with you.
Shuts, it’s too crazy, for now.

So, I guess I’ll c ya someday ok..
I’ll miss you as much as you miss me, thats for sure.
But, I’m workin on it.

Posted by in 07:49:56 | Permalink | No Comments »

Thursday, June 28, 2007

Alasanku Tak Tersenyum

Maaf, karena aku tidak kubalas satupun senyummu tadi malam.
Dan aku juga tidak ingin berpapasan denganmu.
Aku juga tidak tertawa saat kau mencoba membuatku tertawa.
Kau tetap setampan seperti saat terakhir aku melihatmu.
Itulah kau, selalu tampan.

Siang tadi Tuhan beri aku cobaan kecil.
Ditengah kekalutanku hanya ada satu wajah yang kuingat.
Dan itu bukan wajah tampanmu.
Itu cukup untuk menyadarkanku,
bahwa beberapa minggu ini aku hidup di dunia mimpi.

Saat ini aku mulai bisa menyatukan pecahan-pecahan diriku,
yang selama ini melayang sendiri-sendiri tanpa arah.
Aku tau, sebentar lagi aku akan kembali jadi pengendali atas diriku.
Seperti sebelum kau acak-acak semuanya dengan pesonamu.

Kulihat kebingungan di wajahmu semalam,
Iya, dia yang ada disampingku adalah teman tidurku.
Iya, dia tidak setampan kau.
Tapi wajahnyalah yang kuingat ditengah huru-hara.
Bukan wajah tampanmu.

Posted by in 03:19:27 | Permalink | No Comments »

Wednesday, June 27, 2007

Hypnotized

Hay Tampan,
Malam ini aku berencana menghabiskan tenagaku,
untuk melupakanmu.

Tapi mengapa kau muncul di tengah arenaku?
Kau benar-benar serius ingin buatku gila?

Just like Rihanna says in her song :

“Something ’bout the way that you workin me,
teasin me, pleasing me, easily boy,
I’m addicted to you
Got a have ya for all the things that u do

It something ’bout this feeling, it’s crazy,
amazing that stays with me all night and day,
Makes my temperature rise
Boy your love has got me so hypnotized.”

Apa yang sebenarnya kau cari sayang?

Posted by in 09:26:19 | Permalink | No Comments »

Tuesday, June 26, 2007

U R Nuts.

Payah,
kau hancurkan dunia mimpiku.
Sekarang aku malah harus menghindar-hindar darimu.

Bagaimana tidak?
Kau majukan bibirmu di depan mataku.
Are u NUTS?
Sekali saja ciuman itu terjadi,
maka runtuh pasti pertahananku.

I know damn well that ur cute.
So, what ta hell r u think ur doing?
Your wife is only 5 feet away from us.
Man, I hate u for doing that.

Sayang,
maaf, mungkin beberapa hari kedepan,
kau tak akan melihatku.
I need a break.

Posted by in 11:39:42 | Permalink | No Comments »

Friday, June 22, 2007

Bagaimana Mungkin Ada Manusia SETAMPAN Kau ???
Posted by in 04:53:42 | Permalink | Comments (2)

Lelah

Baru kali ini aku selelah ini,
dan bukan dalam hati.
Menahan diri atasmu membuatku harus berusaha keras,
menghabiskan seluruh tenagaku.
Membuat badanku lelah adalah satu2nya cara,
agar aku bisa tertidur lelap di malam hari.

Baru kali ini aku selelah ini,
dan bukan dalam hati.
Kau berikan tubuh ini tenaga yang luar biasa.
Aku seperti ingin meledak karena berlebih tenaga.
Itu sebabnya aku berlari di awal dan penghujung hari.

Akhirnya hari ini aku lelah juga.
Setelah berminggu-minggu berlari kencang,
pagi ini aku bergerak santai.
Kau tak ada pagi ini,
entah kenapa itu buatku lebih tenang.

Malaikat neraka-ku,
ternyata aku memang mencintaimu dengan tubuhku.
Bukan hatiku.

Posted by in 02:50:51 | Permalink | No Comments »

Wednesday, June 20, 2007

Paused

Kehadiranmu membuat roda hidupku seakan berhenti sesaat.
Apa yang telah aku rencanakan, apa yang aku inginkan semua seolah berhenti.
Seaakan ruang waktu terhenti dan semua terdiam kecuali kau dan aku.

Tadi malam aku bermimpi,
sebuah keinginan lamaku akan terwujud.
Anehnya aku malah berusaha agar hal itu tidak terwujud.
Aku berlari sekuat tenaga untuk menghindar.
Hal yang sudah lama sekali aku inginkan.
Dan aku tak punya alasan lain selain kau.

Di hati terkecilku aku tau, bahwa;
cepat atau lambat, sakit atau senang, kita pasti terpisah.
Dan saat itu terjadi, baru semua hal akan berjalan lagi.
Namun sampai saat itu datang, aku hanya bisa diam.
Disini, tak henti berfikir :
“Mengapa utusan dari surga melirik manusia biasa?”

Posted by in 11:28:14 | Permalink | No Comments »

Tuesday, June 19, 2007

Malam yang tak berbintang

Detak detik mengiringi pagi,
kala perlahan bulir udara membentuk sosokmu.
Mau tau mau aku bernafas,
menghirupmu dalam hatiku.

Malam telah menjadi gelap,
saat aku melihat ke lampu tempat kau berada.
Lampu jalan menyelimuti lajuku,
detak detik jantungku berdegup.

Potongan-potongan badanku menari di udara,
menjadi serpihan ringan tak berbentuk.
Tak tau kapan kan kembali,
menapak dalam kekosongan.

Bisikmu berdesahan di langit berbintang,
putih…bersih…sempurna adamu.
Indahnya neraka terbayang di mataku,
ingin kubiarkan diriku terbakar kali ini.

 

…go away tonight…go away tonight…

Posted by in 07:55:24 | Permalink | No Comments »

Monday, June 18, 2007

Jawab aku !

Ini akan kukatakan padamu, jika kau terus begini :

Sayang, aku yakin kau sadar bahwa kau luar biasa tampan.
Bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu.
Mana mungkin aku bisa menolakmu telanjang di depanku?
Apakah memang itu yang kau mau?
Satu malam bersama dan menghancurkan keluarga kita?
Istrimu? Suamiku?
Lalu, jika kehidupan kita berantakan,
apakah kau akan tetap disampingku sampai kita mati?
Jika jawabmu TIDAK, maka berhentilah menyapaku.

Posted by in 12:15:49 | Permalink | No Comments »

Pagi ini …

Pagi ini kembali kau menatapku.
Setelah dua malam kau gangu tidurku.
Malaikat tampanku,
lihatlah aku baik-baik…
Aku tak cukup indah untuk kau goda.
Kenapa tidak kau biarkan aku sendiri?
Tampan,… kenapa pagi ini kaulakukan itu lagi?
Padahal kau tau aku melarangmu begitu.
Aku tak tahan mendengar suaramu,
setengah bergisik menyapaku telingaku.
Kenapa kau semakin mendekat kala aku menjauh?
Apakah aku telah menantang harga dirimu?
Indah,…jangan tersenyum padaku.
Tetaplah berwajah angkuh seperti sebelumnya…
ataukah itu sulit bagimu?
Begini lebih sulit lagi buatku.
Tampan,… aku tak tahu sampai kapan aku tahan.
Kau mahluk terindah yang pernah menggodaku.
Ini bagai puncak ujian kesetiaanku.
Dan aku seakan tak yakin akan berhasil.

Malaikat tampan-ku,
Kenapa harus aku?

PS :
Aku bertanya-tanya,
apakah setiap pernikahan mengalami ini?
Tapi mereka tidak cerita padaku, atau…
memang hidupku yang abnormal?

Posted by in 04:33:28 | Permalink | Comments (1) »