Monday, June 18, 2007

Jawab aku !

Ini akan kukatakan padamu, jika kau terus begini :

Sayang, aku yakin kau sadar bahwa kau luar biasa tampan.
Bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu.
Mana mungkin aku bisa menolakmu telanjang di depanku?
Apakah memang itu yang kau mau?
Satu malam bersama dan menghancurkan keluarga kita?
Istrimu? Suamiku?
Lalu, jika kehidupan kita berantakan,
apakah kau akan tetap disampingku sampai kita mati?
Jika jawabmu TIDAK, maka berhentilah menyapaku.

Posted by in 12:15:49 | Permalink | No Comments »

Pagi ini …

Pagi ini kembali kau menatapku.
Setelah dua malam kau gangu tidurku.
Malaikat tampanku,
lihatlah aku baik-baik…
Aku tak cukup indah untuk kau goda.
Kenapa tidak kau biarkan aku sendiri?
Tampan,… kenapa pagi ini kaulakukan itu lagi?
Padahal kau tau aku melarangmu begitu.
Aku tak tahan mendengar suaramu,
setengah bergisik menyapaku telingaku.
Kenapa kau semakin mendekat kala aku menjauh?
Apakah aku telah menantang harga dirimu?
Indah,…jangan tersenyum padaku.
Tetaplah berwajah angkuh seperti sebelumnya…
ataukah itu sulit bagimu?
Begini lebih sulit lagi buatku.
Tampan,… aku tak tahu sampai kapan aku tahan.
Kau mahluk terindah yang pernah menggodaku.
Ini bagai puncak ujian kesetiaanku.
Dan aku seakan tak yakin akan berhasil.

Malaikat tampan-ku,
Kenapa harus aku?

PS :
Aku bertanya-tanya,
apakah setiap pernikahan mengalami ini?
Tapi mereka tidak cerita padaku, atau…
memang hidupku yang abnormal?

Posted by in 04:33:28 | Permalink | Comments (1) »