Saturday, June 16, 2007

Kenapa ?

Tuhan,
Aku tau benar, bahwa semua terjadi atas izinmu.
Dan tak akan ada yang terjadi tanpa ijinmu.
Kenapa kau izinkan ini terjadi ???

Aku tau benar,bahwa hal ini tak akan terjadi jika aku masih sendiri.
Tidak akan pernah ada ceritanya, seorang seperti aku bisa membuat
manusia setampan dia tertarik padaku.
Kau tidak pernah berikan pasangan yang tampan padaku,
tapi sekarang???
Kau biarkan malaikat-Mu menggodaku.

Hi is not in my league !
How come ??
Bukankah sudah kukatakan dalam doaku semalam,
bahwa aku hanya ingin dia hadir di dunia mimpiku?
Kenapa kau izinkan dia menyapaku?
Kenapa kau ijinkan dia menatap balik kemataku?
Kenapa kau ijinkan dia menyentuhku?

Siang ini, telah kembali kau izinkan dia…
Mengeluarkan kata-kata dengan nada yang lebih berani.
Siang ini, kau izinkan dia menyapaku sebagai manusia.
Dengan suara halusnya, dia membuat tenggorokannku tercekat.
Ditengah keramaian, dia membuatku kelu.

Apa urusannya aku mau kemana ?
kenapa dia harus memperhatikan keadaanku?
Siapa dia berani2nya menyuruhku hati2 menyetir?
Dia seharusnya hanya patung.
Diam dan menjalani hidupnya tanpa menyadari keberadaanku.
Aku hanya butuh dia untuk mataku.
Bukan hatiku.
Bukan hidupku.

Tuhan, jika ini cobaan, aku takut.
Takut sekali, pada diriku sendiri.

Posted by in 08:48:57 | Permalink | No Comments »

Pis of me..

Jiwaku sedang terpecah-pecah.
aku butuh waktu untuk menyatukannya kembali,
dan kembali menapakkan kakiku ke bumi.
Entah mengapa siang menjadi malam dan malam menjadi siang.
Tak ada lapar atau dahaga yang kurasa,
tak lebih detak jantung yang kudengar.
Hari ini aku berusaha,
sekuat tenagaku untuk menyatukan diriku.
Mengumpulkan perasaanku.
Namun yang kesia-siaan yang kudapat.

Saat ini aku akui, bahwa aku bukanlah pengendali diriku sendiri.
Aku berharap ini tak lama, seperti juga cerita tanpa judul lainnya.
Namun yang membuatku takut adalah,
hati kecilku tak bisa bohong, penyakit kali ini memang mempunyai efek samping.

Posted by in 06:01:46 | Permalink | No Comments »

Friday, June 15, 2007

Dejavu

Hmmm…tak kusangka aku mengalaminya lagi.
Tak tenang tidur…hilang selera makan…

Ternyata aku mengalaminya lagi,
gara-gara kau.

Posted by in 10:59:29 | Permalink | No Comments »

I Can’t Stop …

Duh, sulitnya menahan nafsu…
Terengah-engah aku dibuatnya kali ini.

Kau juga, memperparah keadaan.
Sudah kubilang, kau hanyalah tokoh dalam mimpiku.
Kau malah berusaha keluar dari sarangmu.

Pagi ini contohnya, sudah tau aku sibuk di titik itu.
Kenapa kau malah mengambil tempat duduk yang lurus dibelakangku
dan tak hentinya menatapku lewat pantulan cermin.

Kau sudah tau, bahwa aku hanya melihat matamu jika aku minimal 10 langkah darimu.
Kenapa kau paksa aku menatapmu saat kau menjabat tanganku kemarin?
Aku tau kau menikmati kekagumanku, tapi kenapa kau mulai melangkah ke arahku?
Jangan sampai kau tertarik padaku, karena itu artinya aku harus mencari mimpi lain.

Hay Tampan, indah sekali kau pagi ini, dengan kaus putih & topi hitam, matamu kulihat jelas di kaca.
Maaf karena senyum yang menggoda itu tak bisa kutanggapi, aku mau kau ingat posisimu.
Jika Tuhan memberikan setiap manusia 1 malaikat penjaga, kau adalah jelmaan malaikat yang kupilih.
Itulah yang membuat tempatmu di surga anganku, bukan detik duniaku.

Sayang, ingin sekali aku menarikmu sesaat kedalam mimpi disiang hari.
Siang ini misalnya, sosokmu mengganggu otakku.

Posted by in 10:22:44 | Permalink | No Comments »

Tuesday, June 12, 2007

Lakon-mu

Mobil gelap ini menjadi tempat,
kau bawa aku kesurga.
Walau nantinya ini membuangku ke neraka.
Tapi saat ini, aku hanya ingin kau.

Cukup malam ini,
ataukau kau inginkan aku lagi esok malam?
aku rasa aku mau,
terus melakukannya denganmu.

Merasakan otot-ototmu meregang,
mendengarmu mengerang,
menghirup bau keringat yang jatuh,
mengagumi kesempurnaan abdominal-mu.

Dalam kegelapan, aku masih bisa melihat.
Bagaimana kau tersenyum puas,
mengagumi dirimu sendiri,
dan aku hanyalah satu lagi hasil taklukanmu.

Itulah adegan lakon-mu di dunia mimpiku.

Posted by in 09:08:32 | Permalink | No Comments »

Monday, June 11, 2007

Protes dari Mimpi

Malam itu aku orang terakhir yang akan keluar dari ruangan itu.
Dia menunggu di depan pintu dan menarik tanganku.
Aku terkejut dan mengakat pandanganku dari lantai.
Matanya tajam menatap langsung dijarak yang dekat padaku.
Aku diam menatapnya.

“Siapa sebenarnya kamu?” tanyanya.
“Tidak berbeda dengan orang lain yang ada disini.” jawabku.
“Kenapa kamu selalu menatapku dari jauh dan tak pernah mendekat untuk berkenalan?” tanyanya.
“Karena aku hanya mengagumi kebesaran Tuhan yang menciptakanmu.”
“Tidakkah kamu berminat mengenalku?”
“Tidak.”
“Kenapa?”
“Karena aku hanya ingin kau hidup di alam mimpiku.
Karena mengenalmu akan membawa fakta baru dalam mimpiku.”

“Apa yang kau impikan?” tanyanya.
“Melihatmu telanjang di depanku.”
“Aku bisa membuat mimpimu nyata. Tidakkah kau mau jadikan itu kenyataan? “
“Tidak.”
“Kenapa?”
“Karena itu artinya aku kehilangan mimpiku. Aku sudah punya hidup yang nyata,
aku tak butuh kenyataan lainnya. Kau akan terus menjadi mimpiku,
sampai akhirnya aku bosan dan mengganti sosokmu dengan pemain lainnya.”

Ia diam, tidak marah, tak juga tersenyum.
Perlahan dia melepaskan genggamannya.
Aku melangkah menjauh dari pintu, meninggalkannya di belakang.
Tak lama aku menoleh, melihatnya menatapku dari pintu, tersenyum.
Akupun tersenyum, terima kasih untuk tetap ada dalam mimpiku.

Posted by in 10:24:23 | Permalink | No Comments »