Thursday, July 12, 2007

Meregang Cinta

Aku tahu benar rasanya meregang cinta.
Sakitnya…perihnya…lelahnya…
Sudah ratusan kali kulakukan,
memaksa mematikan rasa dalam hati.
Itu proses yang melelahkan.
Aku menyebutnya Meregang Cinta.

Aku tidak pandai membedakan arti Cinta, Sayang, dan Nafsu.
Bagiku ketiga elemen itu bercampur aduk dan membuat perut melilit.
Tiap kali ketiga elemen tersebut mengacak-ngacak hatiku,
aku selalu sadar bahwa, pada akhirnya aku akan sampai ditahap sulit ini.

Biasanya aku melihat sosok itu sambil berkata dalam hati:
“Ini terakhir kalinya aku melihatmu dengan perasaan ini.
Esok kau tidak akan membuat lututku lemas lagi.
Jadi…selamat tinggal sayangku.”

Malamnya aku akan sulit tidur, agak sulit bernafas,
terbangun tiap jam karena mimpi, dan yang pasti…
jadi malas bicara beberapa hari atau beberapa minggu.
Setelah itu, walau sosoknya ada disampingku, aku akan menganggapnya tak ada.

Saat-saat melawan kata hati itu adalah saat tersulit.
Tapi, sebagai mahluk yang mudah sekali jatuh cinta,
aku seperti sudah terbiasa.
Menikmati indahnya saat awal masalah pendosaan,
dan menjalani sakitnya penutupan.

Malam tadi gilirannya,
dia mahluk tertampan-ku.
Kulihat kebingungan di wajah tampannya,
saat aku melangkah menjauh tanpa tersenyum.

Selamat tinggal sayangku…

Posted by at 04:09:56 | Permalink | Comments (1) »

Friday, July 6, 2007

Aku gundah hingga tak bisa bicara.
Tak ada kata yang bisa dan ingin aku keluarkan.
Tak satupun cerita bisa kubagi saat ini.
Maaf, aku butuh waktu untuk diam.

….

Posted by at 12:42:29 | Permalink | No Comments »

Monday, July 2, 2007

GokiiiL …!!!
Posted by at 05:40:42 | Permalink | Comments (1) »