Rabu | Januari 31, 2007

Love It

I love to do it.
On the bed,
on the floor,
on the table,
in the pool,
over and over again.

I love to do it with you,
at day light,
at night,
when it rain,
when it storm,
over and over again.

As I turn the music on,
let us begin the rythem,
over and over again.

Posted by at 17:14:20 | Permanent Link | Comments (0) |

Selasa | Januari 23, 2007

These Days

Mendung menggelayuti langit, kala bayangnya perlahan hilang dari ingatanku.
Seiring itu terlintas bagai slide wajah-wajah yang pernah singgah diposisinya.
Satu demi satu mereka terhapus perlahan, hingga tinggal putih kosong yang terlihat.
Entah mengapa aku merasa hampa.
Saat badai berakhir seakan gairah hidupkupun hilang.

Life has not been easy for me lately.
I hear too many voice in my ears,
and I capture too  many movement in my eyes.
I try to ignore it and stop being such an ass hole.
But what can I do, tomorow will come after I finished this day.
So I'm sure it is worth the wait.


 

Posted by at 08:39:06 | Permanent Link | Comments (0) |

Kamis | Januari 18, 2007

Duh... Capek deeh...

"Lo kangen sama gue ya?" Itu katanya siang ini.
Seharusnya kalimat itu hanyalah menjadi candaan bagiku. Tapi siang ini mungkin aku belum siap bercanda dengannya. Jadi beberapa detik otakku terkejut.

Ada beberapa jawaban yang bisa keluar dari mulutku :
1. "Elo kali yang kangen sama gue ?" (ini bisa bahaya efeknya)
2. "Kalo iya memang kenapa?" (ini lebih bahaya lagi)
3. "Gak penting deh lo.." (ini pasti bikin kita tertawa berdua)
4. "Pastinya lah..." (ini juga kita jadi bercanda)

Akhirnya aku memutuskan memakai jawaban No.4, maka damai lah dunia.
Dalam hati :
Mbo' ya jangan nyerempet2 kesitu dulu kali. Ini masih belum 100% kondusif keadaannya.
Kadang aku bingung, aku sudah berusaha sebisa mungkin menjaga jarak, malah dia yang mendekat.
Emang perlu ditampar nih anak, hmmm...kayaknya sih aku juga butuh menampar diriku.

Babe, please behave. Don't make everythings worse than now.
Posted by at 17:21:15 | Permanent Link | Comments (1) |

Rabu | Januari 17, 2007

Ringan

Hari ini panas sekali ya...
Kerjaan juga banyak sekali.
Ini membuat karakter asliku keluar. Karakter yang bebas dan tak pandang takut.
Aku putuskan untuk menaruh sejenak beban di punddak dan berlari telanjang dalam pikiranku.

Hari ini aku berkata pada suami orang bahwa, dia jelek tapi dia teman yang menyenangkan. Bahwa aku bahagia dia menikah dengan sahabatku dan dia telah mendapat wanita terbaik untuk menemani hidupnya. Bahwa aku sangat brengsek dan bahagia dengan kegilaanku yang kuberlakukan pada semua orang.
Aku juga katakan bahwa dia akan mati berdiri jika aku yang dijadikannya istri Cool.

Seperti biasa aku menyulam tambalan dalam lubang-lubang hati. Meski suatu waktu mungkin satu atau dua lubang akan bocor kembali, paling tidak aku tetap berusaha menambalnya. Cinta adalah kelangkaan, nafsu adalah nafas keseharian.

Sore ini lagi agak melow gantung, dengerin lagunya Melly yang Gantung ternyata enak juga...

"...Kau menggantungkan hubungan ini,
kau diamkan aku tanpa sebab.
Maunya apa, kuharus bagaimana..., kasih?
Sampai kapan kau gantung cerita cintaku memberi harapan,
hingga mungkin ku tak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu.
Tentunya hubungan cinta denganmu membuatku sakit,
hingga mungkin ku tak sanggup lagi,
dan meninggalkan dirimu...."
Posted by at 18:28:55 | Permanent Link | Comments (0) |

Selasa | Januari 16, 2007

Dalam Hati

Aku tak habis fikir, bagaimana kemesraan ini bisa tercipta. Apalagi dengan dia, yang sudah lama kukenal. Aku tidak cukup gila untuk meneruskan keintiman komunikasi yang terjadi belakangan ini. Karena dia suami sahabatku.

Memang belakangan komunikasi kami cukup intens, itu karena kami terlibat di bisnis yang sama. Saat matahari tenggelam, kami masih terpaku di meja kerja di kantor masing2. Percakapan telfon ringan terasa sangat menghibur kepenatan malam. Namun tampaknya kenyamanan komunikasi via kabel ini menumbuhkan perasaan rindu saat tak bersapaan.

Sejak minggu lalu, kami saling menghindar secara otomatis. Kami tahu bahwa kami sudah terlalu nyaman dan kangen ini mulai mengganggu. Weekend ini kami makan bersama, berempat, dengan pasangan kami masing2. Kami tertawa bersama, namun hanya aku dan dia yang tahu bahwa kami bahagia berbicara di kabel saat malam tiba.

Sudah biasa kami mencium pipi saat bertemu & berpisah. Namun sejak kangen ini timbul, cengkramannya di lenganku menguat dan lututku bergetar ngeri. Baru kali ini aku sadari bahwa tubuhnya memiliki aroma. Mungkin karena biasanya aku tak peduli.

Sekarang aku baru bisa melihat, alasan kenapa sahabatku tertarik padanya. Mungkin karena dulu aku memang tidak tertarik mengenalnya dari dalam. Ternyata banyak sekali kecocokan antara kami. Lucu, semuanya kami sadari saat kami sudah sama-sama memilih.

Tak pernah ada cerita tentang aku dan dia, dan kedepannyapun tidak akan pernah ada cerita itu. Hari ini aku menulis hanya untuk mengeluarkan sisi gelap dari hatiku, bahwa aku ingin satu waktu berdua dengannya.

Posted by at 16:24:01 | Permanent Link | Comments (1) |

Jumat | Januari 12, 2007

Kesalahan Besar

Adalah kesalahan besar, jika kamu tertarik padaku.
Kamu yang tahu semua sepak terjang percintaanmu.
Kamu yang biasanya turut menertawakan kegilaanku.
Kamu yang geleng2 kepala saat melihat keanehanku.
Kamu yang juga turut membantu persiapan pernikahanku dulu.

Aku tau siapa kamu.
Kusebut kamu bukalah kau karena kita dekat.
Aku tahu sifatmu
Aku tahu kisah kasihmu dengan sahabatku,
aku juga tahu bahwa kau pernah mendua darinya.
Tapi aku juga saksi pernikahanmu dengan sahabatku tercinta.

Adalah kesalahan besar jika aku juga tertarik padamu.
Tapi tau kah kau itu sudah terjadi.
Apakah kita sadari rasa itu pada saat yang hampir bersamaan?
Hingga, sejak itu kita saling menghindar.
Tidak ada pertemuan ataupun suara.
Sumpah aku TAKUT.
Tapi SUMPAH, aku juga rindu pertemanan kita.

Kamu yang siang tadi akhirnya menghubungiku,
maafkanlah aku seperti aku memaafkan keadaan.
Aku sangat senang mendengar suaramu.
Aku juga tahu akhir minggu ini kita akan bertemu,
kumpul bersama istri dan suami kita.

Saat itu terjadi, kuharap kita tetap baik-baik saja.
Karena dalam bentuk hubungan terburuk sekalipun,
aku tetap membutuhkan kehadiranmu sebagai temanku.
Telah naik satu tingkat pendewasaan persahabatan kita rupanya.

Posted by at 15:02:03 | Permanent Link | Comments (1) |

Selasa | Januari 09, 2007

Si Penghibur

Menyenangkan sekali berbincang denganmu semalam.
51 menit 36 detik, itu lama waktu pembicaraan kita yang tercatat di hpku.
Dari pertanyaan2 konyol hingga kualifikasi kondom, semuanya mengalir dengan tawa.
Sudah lebih dari tiga tahun kita saling mengenal, baru tadi malam kita berbincang2 selama itu di telfon.
Terima kasih sudah menutup hari Seninku yang kelam dengan keceriaan.
Belakangan ini begitu banyak masalah disekelilingku;
Teman yang putus cinta, kawan yang butuh kerja, keluarga yang terlibat hutang, rekan kerja yang dikecam,
hal-hal ini benar-benar sedang menghiasi hari2ku belakangan ini.
Dan itu membuatku murung.
Bercanda denganmu membuatku tertidur pulas dengan mimpi yang lucu-lucu, hingga aku terbangun karena tertawa.

Thanks Pal...
Aku senang kau menjadi suami dari sahabatku.


Posted by at 09:52:06 | Permanent Link | Comments (0) |

Senin | Januari 08, 2007

I do care

Tadi malam kau menyapaku dalam rangkaian kabel.
Suaramu memang kutunggu.
Diapun tahu itu.
Yang dia tidak ketahui adalah aku merindukan suaramu sejak siang tadi.

Kau menyapaku, protes karena kita tak bertemu minggu ini.
Baru minggu lalu kita bersama, secepat itukan rasa rindumu datang?
Aku tak bermaksud tak peduli, kau tahu itu.
Tolong jangan bersedih my only one...
Kau buatku hampr menangis.
I do care about you and all of your problems.

Percayalah saat kukatakan bahwa .."kau memenuhi pikiranku dalam 3 minggu ini..".
Percayalah bahwa, aku merasakan kepedihanmu.
Walau kita tak berbagi hidup, kau tetap bagian dari hidupku.
Kau kawan lelaki berwajah indah, tak akan kubiarkan kau sendiri.
Ada jasamu dalam hidupku, dan aku tak akan lupakan itu.




Posted by at 15:00:36 | Permanent Link | Comments (0) |

Selasa | Januari 02, 2007

Januari 2007

Berkali-kali aku berfikir bahwa aku tidak akan menulis lagi di blog ini,
karena hidupku sudah mulai tenang dengan berkurangnya gejolak nafsu dan asmara ilegal.
Hal ini berkaitan erat dengan kebahagiaanku bersama dia yang menjadi suamiku.

Namun entah kenapa ternyata Tuhan tidak menciptakan hidupku sebagai cerita pendek yang beralur ringan.
satu demi satu sosok datang dan pergi seiring bergantinya hari. Dimalam yang tenang bisa kudapat pagi yang mengejutkan.

Aku tidak pernah bermaksud untuk mencari sosok jantan yang tampan, karena aku ingin tidak lagi ada kebimbangan dihati. Tapi entah kenapa seakan Tuhan menjatuhkan mereka dari langit tepat di atas tanganku yang tak cantik ini.

Aku bukanlah super model, apalagi model pakaian renang. A+, itu istilah asing yang mendeskripsikan tubuhku yang artinya perawakanku jauh dari persyaratan catwalk. Walau aku juga bukan masuk kategori obesitas.

Hari ini, Januari 2007, aku menulis lagi.
Entah sampai kapan aku menulis disini.

Posted by at 15:36:58 | Permanent Link | Comments (1) |