Rabu | Februari 28, 2007

Player

Kau terlalu berbahaya.
Aku takut bermain api denganmu.
Karena denganmu aku tak bisa pegang tali kendali.
Nafsu ini bisa meloncat tak terarah kesana kemari.
Aku tau itu pasti menyenangkan.
Aku juga tau kita bisa menikmatinya.
Tapi tetap saja, aku takut main api denganmu.

Kau tak pernah segan menyentuh kulitku,
itu saja sudah membuatku terpojok.
Kita sama-sama pemain,
karena itu, aku harus mundur satu langkah.
Karena langkahmu pasti akan selalu maju.
Aku tak mau kita bertemu ditengah.
Kita tau apa yang akan terjadi.

Kau terlalu beresiko,
I'm gonna have to pass you.

Posted by at 08:45:13 | Permanent Link | Comments (1) |

Senin | Februari 26, 2007

Sabtu Dingin

Sudah lama aku tidak semabuk itu.
Udara dingin membuatku merasa nyaman untuk melepas batasan.

Malam itu, aku berdua dengannya.
Dia teman mabukku.
Partner sumpitku.
Aku tahu kami sangat ingin melakukannya.
Melanggar semua norma.
Tapi aku tak sanggup.
Aku tak sanggup terbangun esok hari dan kehilangan dia sebagai temanku.

Dalam dingin yang begitu membuat horni.
Cukup bau nafas yang kami tukarkan.
Cukup sentuhan kulit tangan dan hidung yang kami lepaskan.
Walau dingin semakin menggigit, kami tetap tak bisa berpelukan.

Wajahnya ada dan tiada,
datang bergantian dengan layar hitam.
Dia tersenyum dengan mata menyipit.
I enjoy our time my friend...
Glad we did it and we don't.

Posted by at 14:03:50 | Permanent Link | Comments (0) |

Jumat | Februari 23, 2007

Mengingatmu..

Musim hujan ini sangat dingin.
Entah mengapa tapi rasanya lebih dingin dari musim hujan yang lalu.
Tapi itu tak terjadi dikala aku tiba-tiba mengingatmu.
Seakan darahku mengalir lebih kencang dan kemudian rasa hangat menjalar dari ujung kaki ke ujung kepala.
Aku bahkan harus membuka selimut kala kau muncul di otakku.

Berbagai rasa bercampur saat kumengingatmu.
Aku bahkan tidak bisa mendeskripsikan rasa apa itu.
Beragam ekspresi juga terulas di wajahku.
Senyum dan cemas tayang bergantian.

Hangat di 5 detik awal, Panas di 20 detik akhir.
Itu yang dirasakan tubuhku.
Dasyat juga efek sampingmu.


PS.
Aku suka waktu kau menghawatirkanku seperti kemarin.

Posted by at 08:44:04 | Permanent Link | Comments (2) |

Jumat | Februari 09, 2007

Matahari Datang

Sore ini aku bertemu matahari.
Lama sekali rasanya tidak kulihat sinar terik itu.
Kubiarkan jendela ruang kerjaku tak tertutup tirai.
Berada di gedung tinggat puluhan dengan jendela sebesar dinding membuatku bisa memuaskan hasratku atas kehangatannnya.

Aku menanti mentari sejak minggu lalu,
ternyata hari ini dia menyapaku.
Aku mulai bosan bicara pada awan hitam,
Aku juga sudah bosan dengan dingin.

Hai sobat lama,
banyak cerita baru yang belum kau ketahui.
Sudah lama sekali aku tak temui dia, u knw who.
Apakah saat ini dia mengingatku atau mungkin dunianya lebih indah kini?

Aku yakin kau tahu dimana dia berada.
Bisikanlah padaku apa yang sedang ia lakukan.
Bantulah aku katakan padanya bahwa, aku mengingatnya saat ini.
Katakan juga bahwa aku tetap tak ingin bertemu dengannya,
Tapi mintalah padanya untuk membantuku,
menghapus bayangnya dari otakku.

Sore ini aku bertemu matahari.
Dalam ruang hati yang menyempi aku berharap,
bahwa matahari akan datang lagi besok,
dan bantu aku dengan sinarnya.

Posted by at 17:26:01 | Permanent Link | Comments (0) |

Bones

Don't u wanna come with me..
Don't u wanna feel my bones on your bones..
It's only natural..

-The Killers-

Posted by at 16:35:34 | Permanent Link | Comments (0) |

Don't go too far...

Sayang.
Itu kau panggil aku kemarin.
Jika itu bukan kau, pasti aku akan menganggap itu sebutan biasa dari bahasa keseharian.
Tapi saat kata itu keluar dari mulutmu, pasti ada yang lain di otakmu.
Apapun itu, aku harap bukanlah beban untukmu.

Karena apa yang kita miliki saat ini adalah hiburan,
kuharap tidak akan ada hati yang terlibat.
Karena membuatmu sakit adalah hal terakhir yang aku inginkan saat ini.

Bukan aku tidak tersanjung kau menyayangiku,
aku hanya tak ingin kehilangan tawa kita.
Apalagi kehilanganmu sebagai kau.

Gelak tawa,
sudah kukatakan dari awal, jangan kau libatkan perasaanmu,
karena kita tidak menuju ke arah sana.

Posted by at 08:27:28 | Permanent Link | Comments (1) |

Kamis | Februari 08, 2007

Enjoy

Semalam kulihat kau duduk di seberang meja.
Tidak ceria seperti biasa, ataupun seperti siang tadi.
Dia yang mencintaimu duduk diantara kita, dan aku tak terganggu.
Mengapa kau begitu terganggu? Nikmatilah pertemuan kita, walau tak intim.
Aku tidak meminta apa-apa dan juga tak ingin memberi apa-apa.
Seharusnya kau bahagia, dua wanita yang berarti bagimu ada disini.
Pancingan dan saluranmu bersatu.
Aku berharap kau bisa lebih menikmati waktu.
Dengan begitu kita bisa tetap menikmati permainan kecil dalam pikiran kita.
Berhentilah berharap, karena kita tak akan lebih dari ini.
Pendengaran & suaraku akan selalu menemani hari yang mendung.
Bicara denganmu menimbulkan rasa hangat yang menjalar dari ujung kaki ke ujung kepala.
Mari, kita lanjutkan tawa itu, rasanya tepat untuk pagi dingin yang sedikit basah ini.
Selamat pagi pasien-ku.
Posted by at 08:48:51 | Permanent Link | Comments (0) |

Rabu | Februari 07, 2007

SMS

Rahasia ini buat aku deg..deg..an. Exciting and scared at the same time. Menunggu pesan singkat yang datang ke hpku adalah hal yang menyenangkan saat ini.

Hari ini tidak ada pesan yang "nyerempet", hanya pesan2 yang gak penting macam :

"Lo lagi apa Bo'?" dibalas "Kok pakai Bo' segala?"
"Emang knp, gak boleh?" dibalas "Penting gitu?"
"Gak sih, tp sounds funky aja." dibalas "Dasar ABG"
"Rese lu.." dibalas "Hehehe.."

But, it was fun.
Mungkin yang membuat ini menarik adalah statusnya.
Dia yang tidak mungkin aku ungkapkan sampai akhir zaman.


Posted by at 08:46:15 | Permanent Link | Comments (3) |

Senin | Februari 05, 2007

Neraka

Jika aku melakukan apa yang kuceritakan di blog ini maka pasti aku masuk dalam kategori sundal, perek, gatel, psk, dan S addict. Tapi kenyataannya saat ini semua cerita liar ini hanya ada dalam alam pikiranku. Sekuat hasratku meniduri laki2 tampan yang ada di sekelilingku, lebih kuat lagi hasratku untuk membiarkan hidup berjalan tenang.

Aku masih percaya surga & neraka, seperti aku percaya dua dunia yang kumiliki. Dunia nyata & maya.
Tau kah kau bagaimana rasanya tidak bisa mengeluarkan pikiran2 indah yang ada di otakmu? It Sucks! Datang dan pergi comment dari orang2 yang kebetulan lewat dan membaca adalah reflexi pemikiran mahluk lain atas suaraku. Itu bagai lagu indah yang mengalun sejalan kata-kata terketik disini.

Jika aku cerita bahwa malam ini aku akan bertemu dengan dia yang membuatku turn on kemarin, suara dunia nyata pasti akan mencaci-makiku dengan berbagai spekulasi negatif. Padahal sebenarnya aku hanya melepas rindu dengan menatap wajahnya dan menyentuh sedikit kulitnya, tak lebih dari itu. Aku harus mengakomodir dorongan hatiku walau sedikit, karena jika aku lawan, dorongannya malah akan semakin besar.

Mungkin indah jika ada sedikit revisi dalam beberapa peraturan baku "norma" ya? Tapi kurasa aku tidak bisa meminta lebih dari nilai-nilai yang ada di mata Tuhan ataupun manusia selain aku. Tapi kalau Tuhan tidak menciptakan Neraka, akankah hidup ini lebih mudah? Guess I'll never know.

Posted by at 16:57:26 | Permanent Link | Comments (2) |

Turn On

Hatiku berbunga2 saat dia berkata bahwa otaknya hang waktu kami bercanda dewasa di sms kemarin. Itu artinya dia enjoy dan terhanyut dalam topic kami. Siang yang kelabu terasa hangat dengan candanya. Saat kuterima balasan darinya, aku membayangkan sosok lucunya disampingku. Hingga malam tiba aku sempat ingat dia dikala sepasang tangan memelukku.

Berani dia mengakui bahwa nafsunya ikut hanyut bersama kalimat-kalimat kami, dan kini dia merindukanku.
"Funny hum? I only need to read your sms to get turn on." ia berkata dengan tertawa.
"Thank u, I take that as a compliment." jawabku.

Ditengah hujan yang terus mengguyur kota ini, ada kehangatan di jalur maya.
Hanya aku, dia, dan Big Boss yang tahu.
Posted by at 11:05:49 | Permanent Link | Comments (1) |