Wednesday, January 30, 2008

Background

Dengan pagi ini, genap 9 hari Non Stop aku mendengar suaramu.
Biasanya 2 kali, pagi sebelum kau mulai aktifitasmu.
Dan sore saat kau akan mulai aktifitas malam.

Aku senang, sekaligus bingung.
Sebenarnya apa yang kau rasakan padaku?
Aku mencoba menganalisa berbagai alasan yang mungkin dapat mendorong prilakumu saat ini :

- Kau sangat senang bicara denganku?
- Kau selalu merindukanku?
- Ada hal yang kau inginkan dariku?
- Kau menyukaiku lebih dari teman?
- Kau kelewat iseng?

Ditengah begitu banyaknya temanmu, masa iya semua kau telfon semuanya setiap hari?
Tapi masa iya kau menyukaiku lebih daripada kau suka laki2 itu?
Ataukah aku telah membangkitkan naluri lelakimu?
Atau aku memang terlalu memanjakanmu?

Mungkin seharusnya aku hanya menikmati saja semua perhatianmu ini, daripada mencoba memikirkan latar belakang dari prilakumu. Tapi kok aku gak bisa begitu ya?
Makin hari semakin mules perutku… :)

Posted by in 06:37:45 | Permalink | No Comments »

Monday, January 28, 2008

Jantung-ku

Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan menjadi sedekat ini.
Aku tahu bahwa aku sangat senang berteman denganmu.
dan aku juga cukup senang karena kau bisa berteman denganku.
Tapi aku tak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini.

Sampai bingung aku harus senang atau takut.
Taukah kau bahwa jantungku berdebar kencang saat kau sentuhkan kepalamu ke kepalaku?
Sadarkah kau aku agak terkejut saat kau rapatkan dadamu ke pundakku?
Sungguh aku tidak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini, secara fisik.

Kurasakan detak jantungmu mencepat kala kau merapat…
Kurasakan dengus nafasmu mengeras saat kau mendekat…
Ataukah itu hanya besar rasa-ku saja?
Ataukah kau menyimpan nafsu?

Apa kau punya nafsu padaku?
Apakah itu arti dari semakin panjangnya durasi telfon kita setiap hari?
Apakah itu implementasi dari sapaan sms-mu dipagi hari?
Apakah kau menyukaiku?

Adik kecil,
bukankah kita hanya teman?
Teman tertawa, …. teman menangis, …. tapi teman tidak mencumbu satu sama lainnya.
Dengan susah payah kukubur nafsuku padamu lebih dari 3 minggu yang lalu, semata-mata aku tak ingin kita hancur.
Sekarang, saat kau rapatkan tubuhmu padaku…
Aku harus bagaimana?

Kau pun tau betapa aku mencintainya bukan?
Dan kau tahu juga bahwa aku tak bisa hidup tanpanya.
Egoisnya aku karena ingin kalian berdua ada dalam hidupku.

Di hatiku yang paling dalam…
Aku sangat menikmati nafas-mu di wajahku.
Berjanjilah jangan meninggalkan kita, apapun bentuknya nanti.

Posted by in 08:15:02 | Permalink | No Comments »