Monday, July 27, 2009

Please Don’t Look Back

Andai bisa kuucapkan dalam ketegasan..
Betapa nyaman aku saat bersamamu
Dengan beberapa sikap anehmu
Mungkinkah hatiku akan lebih lega?
Aku menikmati ini, mengagumimu dari jauh
Aku tidak mau kau melihatku juga…
Karena itu bisa membuatku dalam masalah, lagi.
Tapi apa yang kau lakukan?
Hatiku merasakannya, dan itu tidak mungkin salah.
Kau melihat balik padaku!

Oh no…
Please dont do that baby…
Jangan tatap mataku…
Jangan perhatikan aku…
Tetaplah hidup di areamu, tempat dimana yang tidak ingi aku masuki
Aku hanya ingin melihatmu dari luat pagar
Bukan dirimu yang aku takutkan…
Melainkan diriku sendiri.
Banyak sudah masalah yang kubuat,
aku tak ingin kau ada dalam daftar hitam itu.

Sungguh aku ingin kau jadi temanku sampai kutua,
dan kau mati lebih dulu dari aku :-)

Posted by in 11:40:29 | Permalink | No Comments »

Kekaguman

Tuhan..
Setelah susah payah aku akhiri hubungan mimpi itu, haruskah aku terjaring masalah yang sama? Yang aku inginkan hanya hidup yang tenang tanpa gangguan. Mencintai suamiku dan hanya dia saja, titik. Apakah itu permintaan yang sulit?

Bagaimana jika kau musnahkan saja semua laki2 di muka bumi, lalu sisakan saja suamiku untukku, hehehe…neehh, just ignore my request…i dont know wheter I will live if u do that :-D

Laki2 ini sangat berbeda dengan Anak setan yang kau kirim dalam hidupku beberapa bulan yang lalu. Laki2 ini adalah sosok yang lama kukenal, santun dan menyenangkan. Kami teman biasa, sekedar kenal. Tapi mengapa cerita hidup mendekatkan kami? Mengapa kami mulai senang berbicara berdua? Mengapa kami mulai nyaman bersama?

Bolehkah kupinta? Jadikan dia tidak lebih dari sahabatku …
Jangan biarkan dia ingin menyentuhku.
Jangan biarkan aku diam jika ia mencoba lebih…
Jangan biarkan hubungan kami rusak..
Karena saat ini sungguh yang kuinginkan hanya merasakan bibirnya.

Saat ini, saat harga diriku masih utuh, mohon lindungi hatiku…
Luka yang lama belum sepenuhnya mengering.
Hilangkan lah kekagumanku padanya, perlihatkan padaku bahwa dia tidak sesempurna yang aku lihat. Bukalah mataku, bukalah hatiku untuk dapat melihat kekurangan di kesempurnaan sosoknya.

Aku akan pergi menjauh, membeli waktu untuk me-reset hatiku. Bantu aku saat aku kembali dan melihatnya, hilangkan kekagumman ini.

Posted by in 11:08:29 | Permalink | No Comments »