Rabu | Desember 05, 2007

Dengarlah Aku ...

Sebenarnya sudah dari dulu aku tahu kau homo.
Dan aku juga tau kau homo wanita.
Aku juga tau pacarmu, karena ia juga temanku.

Namun sekarang aku tau, bahwa kau bisa juga dengan wanita.
Ya, wanita macam aku ini.

Hal itu membuatku berharap kau tidak homo.
Entahlah, mungkin karena kebersamaan kita.
Denganku kau begitu hangat, begitu pula dengannya.

Aku mendengar nadamu berbicara padanya di telfon.
Mesra dan hangat.
Berbeda memang dengan cara bicaramu padaku yang agak manja.
Kau bersamaku saat kita dekat, namun saat kita jauh?
Dimana kau? Aku hampir tak pernah tahu.

Aku belum pernah berada di situasi seperti ini.
Berdiri diantara hubungan antar sesama laki-laki.
Agak aneh bagiku, karena pada kenyataannya aku memiliki lelakiku sendiri.
Jujur, aku tak tahu harus merasakan apa.
Senang, sedih, atau... apa?

Sayang, tak bisa kah kau hanya melihatku saja?
Begitu hebatnyakah lelaki itu dimatamu?
Aku tak tahan membayangkan bibir tipismu menciumnya.
Dan aku juga tak tahan membayangkan tangan besarnya memeluk tubuhmu yang harum.
Perlahan tapi pasti aku semakin membencinya.

Sayang, aku harus bagaimana?
Hati ini semakin tak karuan beberapa hari ini.
Posted by at 09:57:45 | Permanent Link | Comments (0) |
Komentar
Tulis komentar