Pemuda-ku
Dear blog,
Hari ini saya sengaja menciptakanmu. Karena saya sudah tidak tahu harus berbicara ke siapa. Cara pandang saya akan hidup mungkin agak berbeda dengan pandangan wanita kebanyakan.
Aku sadar sebagai wanita yang punya suami aku harus lebih menjaga diri. Tapi aku juga manusia, yang punya hati dan nafsu. Aku mungkin bisa bercerita banyak hal pada semua orang tentang hal2 dalam hidupku, tapi tidak untuk yang satu ini.
Saat ini aku sedang tertarik dengan seseorang. Dia anak baru di kantor tempatku bekerja. Aku menyebutnya Mr. A. Perawakannya kurus, berambut lurus, dan bermata tajam. Gayanya masih seperti anak kuliahan dgn celana boot cut & agak sedikit urakan. Aku memang selalu suka dengan laki2 yang bergaya urakan. Walaupun pada akhirnya aku memilih laki2 rapi untuk menjadi suamiku. Bagiku laki2 nakal dan brutal memiliki nilai lebih dimataku.
Ini adalah kejadian kedua setelah aku menikah. Yang pertama adalah rasa tertarikku pada seorang anak kuliah bernama Mr. D. Saat itu aku bisa dikatakan lebih parah, karena aku sering sekali sms& telp dia secara sembunyi2. Walaupun tidak ada kontak fisik, tapi dia menguasai 100% hati & pikiranku.
Dengan Mr. A ini kejadiannya tidak separah itu. Berawal dari saat pulang kantor aku melihat sosok asing di loby kantor. Aku melihat karena diapun melihatku. Untuk ukuran orang kantoran wajahnya terlalu muda dgn rambut yang cenderung agak gondrong. Dia berdiri diam sendiri seperti menunggu seseorang, sambil sesekali melihatku. Saat aku beranjak pergi aku melihat salah seorang temanku menghampirinya. Dari situ aku bisa menebak dia pasti anak baru di group teknik.
Waktu berlalu, aku melupakannya. Tapi suatu hari sosok ini muncul tiba2 di depan mejaku. Dia kesasar dan menanyakan letak meja seseorang dari bagian yang selantai denganku. Aku terkejut sampai aku bengong melihatnya dan dia tersenyum menatapku dengan wajah malu. Aku senang saat seorang laki2 malu2 menerima tatapanku. Tanpa sadar aku lupa menanyakan namanya & diapun berlalu. Jeda beberapa minggu setelah itu, dia muncul lagi dimejaku untuk menanyakan hal yang sejenis, kontan aku menanyakan namanya. Dia menyebutkan namanya sambil tertawa malu. Aku suka caranya tersenyum, lucu. Tapi kejadian itupun hanya berlalu saja.
Sampai minggu lalu, aku sangat butuh bantuan teknisi untuk komputerku. Ternyata dia yang datang. Saat itu aku senang & terkejut. Dia tersenyum malu seperti biasanya. Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan untuk komputerku, namun saat itu aku memintanya untuk memberikan fasilitas yang lebih untuk komputerku. Fasilitas yang sebenarnya hanya boleh dimiliki bos2ku, lalu dengan mata yang menatapku langsung ke jantung dia berkata : "Kalo saya bisa kasih, saya dikasih apa?"
Aku sangat terkejut. Tidak tahu harus berkata apa, ingin rasanya aku berkata : "Bagaimana kalau saya kasih sebuah ciuman di bibirmu yang tipis itu?", tapi untung itu tidak keluar dari mulutku.
Ternyata dia bisa mewujudkannya. Di telp dia mengulang kalimat itu lagi dan aku hanya bisa berkata "Kamu maunya apa?", untungnya dia tertawa kecil sambil berkata "Untuk Mba, gratis deh. Gak usah kasih apa2, tapi jangan bilang2 sama orang lain ya.", dalam hatiku berteriak "Ayo minta cium doooooonk dari aku !!!" tapi ternyata tidak.
Sejak saat itu aku selalu mencari alasan agar dia bisa hadir dilantaiku. Aku hanya ingin melihatnya. Walau saat dia hadir pernah aku bahkan tidak menyapanya dan berlagak cuek. Aku takut grogi kalau melihatnya. Mungkin untuk sebagian orang kalimat itu terdengar biasa saja, kemungkinan besar aku terlalu GR. Tapi cara dia menatapku saat dia mengucapkan kalimat itu, membuat libidoku beberapa detik terbangun.
Dilain sisi aku merasa bersalah karena naksir dengan orang lain, tapi disisi lain aku sadar bahwa aku hanya manusia. Aku hanya berharap aku cukup kuat untuk tidak tergoda menciumnya, memeluknya, atau bahkan tidur dengannya.

