<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Udara Sore</title>
	<atom:link href="http://udarasore.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://udarasore.blog.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 08:17:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nice to C u again</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2009/08/03/nice-to-c-u-again/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2009/08/03/nice-to-c-u-again/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 08:17:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://udarasore.blog.com/?p=4062458</guid>
		<description><![CDATA[Its been a few days since the last time I see u.
U look &#8230; same as I saw u before I left  
Ingin sekali sebenarnya aku tidak bertemu lagi denganmu sementara waktu,
tapi aku merasakan nada tidak enak di ketikan pesanmu saat aku jauh.
Maka hari ini aku ingin ada di depan wajahmu dan melihat hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Its been a few days since the last time I see u.<br />
U look &#8230; same as I saw u before I left <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ingin sekali sebenarnya aku tidak bertemu lagi denganmu sementara waktu,<br />
tapi aku merasakan nada tidak enak di ketikan pesanmu saat aku jauh.<br />
Maka hari ini aku ingin ada di depan wajahmu dan melihat hal apa yang membuatmu sinis tempo hari.<br />
Tapi tampaknya pagi ini aku tidak menemukan apa2 padamu. Kau baik seperti biasa dan tampaknya tidak ada masalah yang ingin kau utarakan padaku. Jadi aku hanya tersenyum dalam hati. mengkhawatirkan hal yang percuma kah aku? <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Halo sayang, apa kabarmu? Aku hanya tinggalkan kau beberapa hari, tidak niat lebih. Aku memang berkomunikasi dengan temanmu, tapi dia bukan kau.  Jadi jangan kau tekuk wajahmu itu, nanti aku jadi ingin tertawa.</p>
<p>Saat jauh darimu aku berfikir, kita adalah sebuah ketidakmungkinan. Tapi saat ini mungkin hanya dengan tau kau ada disekitarku, tidak menghilang ataupun menjauh, dan tidak juga mendekat <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':)' class='wp-smiley' />  itu sudah cukup.</p>
<p>So here i am beby, i&#8217;m back <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2009/08/03/nice-to-c-u-again/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Please Don&#8217;t Look Back</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2009/07/27/please-dont-look-back/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2009/07/27/please-dont-look-back/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 10:40:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://udarasore.blog.com/?p=4062454</guid>
		<description><![CDATA[Andai bisa kuucapkan dalam ketegasan..
Betapa nyaman aku saat bersamamu
Dengan beberapa sikap anehmu
Mungkinkah hatiku akan lebih lega?
Aku menikmati ini, mengagumimu dari jauh
Aku tidak mau kau melihatku juga&#8230;
Karena itu bisa membuatku dalam masalah, lagi.
Tapi apa yang kau lakukan?
Hatiku merasakannya, dan itu tidak mungkin salah.
Kau melihat balik padaku!
Oh no&#8230;
Please dont do that baby&#8230;
Jangan tatap mataku&#8230;
Jangan perhatikan aku&#8230;
Tetaplah hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andai bisa kuucapkan dalam ketegasan..<br />
Betapa nyaman aku saat bersamamu<br />
Dengan beberapa sikap anehmu<br />
Mungkinkah hatiku akan lebih lega?<br />
Aku menikmati ini, mengagumimu dari jauh<br />
Aku tidak mau kau melihatku juga&#8230;<br />
Karena itu bisa membuatku dalam masalah, lagi.<br />
Tapi apa yang kau lakukan?<br />
Hatiku merasakannya, dan itu tidak mungkin salah.<br />
Kau melihat balik padaku!</p>
<p>Oh no&#8230;<br />
Please dont do that baby&#8230;<br />
Jangan tatap mataku&#8230;<br />
Jangan perhatikan aku&#8230;<br />
Tetaplah hidup di areamu, tempat dimana yang tidak ingi aku masuki<br />
Aku hanya ingin melihatmu dari luat pagar<br />
Bukan dirimu yang aku takutkan&#8230;<br />
Melainkan diriku sendiri.<br />
Banyak sudah masalah yang kubuat,<br />
aku tak ingin kau ada dalam daftar hitam itu.</p>
<p>Sungguh aku ingin kau jadi temanku sampai kutua,<br />
dan kau mati lebih dulu dari aku <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2009/07/27/please-dont-look-back/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kekaguman</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2009/07/27/kekaguman/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2009/07/27/kekaguman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 10:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://udarasore.blog.com/?p=4062450</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan..
Setelah susah payah aku akhiri hubungan mimpi itu, haruskah aku terjaring masalah yang sama? Yang aku inginkan hanya hidup yang tenang tanpa gangguan. Mencintai suamiku dan hanya dia saja, titik. Apakah itu permintaan yang sulit?
Bagaimana jika kau musnahkan saja semua laki2 di muka bumi, lalu sisakan saja suamiku untukku, hehehe&#8230;neehh, just ignore my request&#8230;i dont [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan..<br />
Setelah susah payah aku akhiri hubungan mimpi itu, haruskah aku terjaring masalah yang sama? Yang aku inginkan hanya hidup yang tenang tanpa gangguan. Mencintai suamiku dan hanya dia saja, titik. Apakah itu permintaan yang sulit?</p>
<p>Bagaimana jika kau musnahkan saja semua laki2 di muka bumi, lalu sisakan saja suamiku untukku, hehehe&#8230;neehh, just ignore my request&#8230;i dont know wheter I will live if u do that <img src='http://c0404361.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/a34a05a3acdb042df68736a2ffb885da' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Laki2 ini sangat berbeda dengan Anak setan yang kau kirim dalam hidupku beberapa bulan yang lalu. Laki2 ini adalah sosok yang lama kukenal, santun dan menyenangkan. Kami teman biasa, sekedar kenal. Tapi mengapa cerita hidup mendekatkan kami? Mengapa kami mulai senang berbicara berdua? Mengapa kami mulai nyaman bersama?</p>
<p>Bolehkah kupinta? Jadikan dia tidak lebih dari sahabatku &#8230;<br />
Jangan biarkan dia ingin menyentuhku.<br />
Jangan biarkan aku diam jika ia mencoba lebih&#8230;<br />
Jangan biarkan hubungan kami rusak..<br />
Karena saat ini sungguh yang kuinginkan hanya merasakan bibirnya.</p>
<p>Saat ini, saat harga diriku masih utuh, mohon lindungi hatiku&#8230;<br />
Luka yang lama belum sepenuhnya mengering.<br />
Hilangkan lah kekagumanku padanya, perlihatkan padaku bahwa dia tidak sesempurna yang aku lihat. Bukalah mataku, bukalah hatiku untuk dapat melihat kekurangan di kesempurnaan sosoknya.</p>
<p>Aku akan pergi menjauh, membeli waktu untuk me-reset hatiku. Bantu aku saat aku kembali dan melihatnya, hilangkan kekagumman ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2009/07/27/kekaguman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/10/24/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/10/24/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 17:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<font face="Verdana">Begini toh rasanya selingkuh ....</font>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><font face="Verdana">Begini toh rasanya selingkuh &#8230;.</font>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/10/24/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Whom am I Liying To?</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/07/31/whom-am-i-liying-to/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/07/31/whom-am-i-liying-to/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 23:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[man]]></category>

		<category><![CDATA[Office]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Hay, akhirnya kembali aku menulis disini.<br />
setelah sekian lama aku memutuskan untuk menikmati semuanya tanpa berbagi dengan tulisan. Cukup banyak yang terjadi, semua telah berbeda sekarang (kecuali suamiku, masih tetap orang yang sama, hihihi..).<br />
Ada alasan yang cukup kuat bagiku untuk kembali menulis.<br />
Itu karena aku mulai terlibat kondisi di lingkungan yang paling dekat, kantor.<br />
<br />
Entah berawal dari mana hingga sosok ini menjadi rutin menghubungiku melalui email maupun telfon. Perkiraanku adalah ia tertarik padaku saat bertemu rapat penting. Saat itu aku memimpin rapat, dan ia salah satu pesertanya. Sebagai laki-laki yang cukup unik tampaknya ia tertarik dengan penampilanku yang cenderung galak dalam rapat.<br />
<br />
Singkat cerita, saat ini ia tengah melancarkan usahnya untuk mendekatiku. Jeleknya adalah, ia memiliki reputasi yang tidak baik. Hanya dengan masa kerja yang kurang dari 2 tahun sudah ada 2 kasus dengan namanya yang berhubungan dengan wanita. Huh...sungguh buruk reputasinya. dari temanku juga aku ketahui bahwa ia memang sangat mengagumiku. Namun tampaknya ketertarikannya secara fisik lebih besar dibandingkan ketertarikannya untuk mengenal kepribadianku. Itu cukup menyebalkan bagiku, namun entah kenapa akupun tidak ingin keluar dari permainannya.<br />
<br />
Sebenarnya, sosoknya sangat tidak biasa di kantorku. Unik, mungkin adalah kata yang tepat. Caranya berpakaiaan, caranya bertingkah laku, caranya berjalan, semuanya berbeda. Bisa dikatakan sebenarnya ia harus naik beberapa level untuk dapat sejajar denganku dan status sosialku. Tapi tampaknya aku memang terlalu nakal. Aku menikmati merasa dipuja, dan merasa agak diatas. Aku tahu ia menyimpan rencana kotor dalam otaknya atasku, dan aku juga berjaji pada diriku bahwa aku <strong>tidak akan</strong> jatuh dalam perangkapnya, namun bukan berarti aku tidak tertarik mengikuti permainannya.<br />
<br />
Sempat aku terfikir untuk bertindak tegas untuk menyingkirkannya, tapi akhirnya aku memutuskan untuk tidak melakukannya.Tapi itu <strong>bukan gue banget!</strong> If I do that, is like I'm liying to MY SELF! =)&#160;Aku sangat ingin tahu kemana rencananya akan membawaku. Aku sangat ingin menikmati pemujaannya padaku. Aku sangat ingin melambungkan hasrat dan niatnya. Aku ingin ia membayangkan bayangan yang paling indah bersamaku, sampai akhirnya aku bisa membuangnya ke dasar jurang dengan khayalannya.<br />
<br />
hihihi...marah bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku. Karena pada kenyataannya aku merasa sangat senang. Malah aku cenderung merindukannya saat ia tak ada. Aku ingin selalu tahu bahwa ia ada dan melihatku, sehingga ia dapat menikmatiku dari jauh. Hingga aku dapat membuatnya bermimpi dimalam hari.<br />
<br />
yah, kita lihat saja kelanjutannya besok ya...<br />
dadah...
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Hay, akhirnya kembali aku menulis disini.<br />
setelah sekian lama aku memutuskan untuk menikmati semuanya tanpa berbagi dengan tulisan. Cukup banyak yang terjadi, semua telah berbeda sekarang (kecuali suamiku, masih tetap orang yang sama, hihihi..).<br />
Ada alasan yang cukup kuat bagiku untuk kembali menulis.<br />
Itu karena aku mulai terlibat kondisi di lingkungan yang paling dekat, kantor.</p>
<p>Entah berawal dari mana hingga sosok ini menjadi rutin menghubungiku melalui email maupun telfon. Perkiraanku adalah ia tertarik padaku saat bertemu rapat penting. Saat itu aku memimpin rapat, dan ia salah satu pesertanya. Sebagai laki-laki yang cukup unik tampaknya ia tertarik dengan penampilanku yang cenderung galak dalam rapat.</p>
<p>Singkat cerita, saat ini ia tengah melancarkan usahnya untuk mendekatiku. Jeleknya adalah, ia memiliki reputasi yang tidak baik. Hanya dengan masa kerja yang kurang dari 2 tahun sudah ada 2 kasus dengan namanya yang berhubungan dengan wanita. Huh&#8230;sungguh buruk reputasinya. dari temanku juga aku ketahui bahwa ia memang sangat mengagumiku. Namun tampaknya ketertarikannya secara fisik lebih besar dibandingkan ketertarikannya untuk mengenal kepribadianku. Itu cukup menyebalkan bagiku, namun entah kenapa akupun tidak ingin keluar dari permainannya.</p>
<p>Sebenarnya, sosoknya sangat tidak biasa di kantorku. Unik, mungkin adalah kata yang tepat. Caranya berpakaiaan, caranya bertingkah laku, caranya berjalan, semuanya berbeda. Bisa dikatakan sebenarnya ia harus naik beberapa level untuk dapat sejajar denganku dan status sosialku. Tapi tampaknya aku memang terlalu nakal. Aku menikmati merasa dipuja, dan merasa agak diatas. Aku tahu ia menyimpan rencana kotor dalam otaknya atasku, dan aku juga berjaji pada diriku bahwa aku <strong>tidak akan</strong> jatuh dalam perangkapnya, namun bukan berarti aku tidak tertarik mengikuti permainannya.</p>
<p>Sempat aku terfikir untuk bertindak tegas untuk menyingkirkannya, tapi akhirnya aku memutuskan untuk tidak melakukannya.Tapi itu <strong>bukan gue banget!</strong> If I do that, is like I&#8217;m liying to MY SELF! =)&#160;Aku sangat ingin tahu kemana rencananya akan membawaku. Aku sangat ingin menikmati pemujaannya padaku. Aku sangat ingin melambungkan hasrat dan niatnya. Aku ingin ia membayangkan bayangan yang paling indah bersamaku, sampai akhirnya aku bisa membuangnya ke dasar jurang dengan khayalannya.</p>
<p>hihihi&#8230;marah bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku. Karena pada kenyataannya aku merasa sangat senang. Malah aku cenderung merindukannya saat ia tak ada. Aku ingin selalu tahu bahwa ia ada dan melihatku, sehingga ia dapat menikmatiku dari jauh. Hingga aku dapat membuatnya bermimpi dimalam hari.</p>
<p>yah, kita lihat saja kelanjutannya besok ya&#8230;<br />
dadah&#8230;
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/07/31/whom-am-i-liying-to/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>miss you&#8230;</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/03/24/miss-you/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/03/24/miss-you/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 14:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Kau jangan mendesah-desah....<br />
Aku jadi gelisah nih...<br />
Bagaimana aku bisa biasa,<br />
Jika kau terus mendesah ditelingaku?<br />
<br />
Belum satu hari kau pergi,<br />
Aku sudah teringat desahmu.<br />
Jangan pergi lama-lama.<br />
Aku bisa sengsara setiap malam.<br />
<br />
Sudah kubilang jangan mendesah...<br />
Nanti kau buatku susah.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Kau jangan mendesah-desah&#8230;.<br />
Aku jadi gelisah nih&#8230;<br />
Bagaimana aku bisa biasa,<br />
Jika kau terus mendesah ditelingaku?</p>
<p>Belum satu hari kau pergi,<br />
Aku sudah teringat desahmu.<br />
Jangan pergi lama-lama.<br />
Aku bisa sengsara setiap malam.</p>
<p>Sudah kubilang jangan mendesah&#8230;<br />
Nanti kau buatku susah.
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/03/24/miss-you/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>What is it about Phone Call ?</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/02/29/what-is-it-about-phone-call/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/02/29/what-is-it-about-phone-call/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 14:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Apa yang membuat orang bisa jatuh hati melalui telfon?<br />
Dulu 2 kali pernah hal itu terjadi padaku.<br />
<br />
Yang pertama, teman yang baru ketemu 1 kali. Setahun kemudian mendadak menjadi teman bicaraku di telp. Setiap hari hanya berbicara di telp malam hari sebelum tidur. Menceritakan berbagai hal yang telah kami lalui dalam hari itu dan membricarakan hal ringan lainnya hingga kami tidur dalam suasana tawa. Dua bulan berjalan, dia "nembak" (cah...jaman sma banget bahasanya..hihi...) via telp baru ketemuan. Setelah ketemu, tentu makin dekat. Tapi kadang juga malah suka gak sependapat. Padahal di telp sih gak pernah berantem. Pas ketemu malah pernah. Hihihi...<br />
<br />
Kedua, gara-gara mendengar laki2 ini curhat via telp tiap hari. Setalah 1 bulan tiap malam telfonan, malah dia jadi jatuh cinta denganku. Beberapa minggu kemudian kami malah pacaran, hihihi...<br />
<br />
Kali ini, dari telp yang hanya seminggu sekali berkembang menjadi 2 hari sekali, dan sekarang setiap hari. dari bicara hanya hal penting, sekarang menjadi hal yang sangat amat tidak penting. Bahkan bisa hanya masing2 diam mengerjakan sesuatu dengan telp menempel di telinga. Lambat laun malah kok kayak telfon panas, hahaha...<br />
Macam..<br />
<br />
<em>"lagi apa?"<br />
"Lagi tiduran nih, enak deh, dingin."<br />
"Duh enak banget sih..."<br />
"Sini donk...enak deh.."</em><br />
<br />
Hahahaha....<br />
I just don't get it.<br />
What is it about phone call that makes people so close than they are in the real life?"<img border="0" src="/javascript/tinymce/plugins/emotions/images/smiley-cool.gif" alt="Cool" title="Cool" />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Apa yang membuat orang bisa jatuh hati melalui telfon?<br />
Dulu 2 kali pernah hal itu terjadi padaku.</p>
<p>Yang pertama, teman yang baru ketemu 1 kali. Setahun kemudian mendadak menjadi teman bicaraku di telp. Setiap hari hanya berbicara di telp malam hari sebelum tidur. Menceritakan berbagai hal yang telah kami lalui dalam hari itu dan membricarakan hal ringan lainnya hingga kami tidur dalam suasana tawa. Dua bulan berjalan, dia &#8220;nembak&#8221; (cah&#8230;jaman sma banget bahasanya..hihi&#8230;) via telp baru ketemuan. Setelah ketemu, tentu makin dekat. Tapi kadang juga malah suka gak sependapat. Padahal di telp sih gak pernah berantem. Pas ketemu malah pernah. Hihihi&#8230;</p>
<p>Kedua, gara-gara mendengar laki2 ini curhat via telp tiap hari. Setalah 1 bulan tiap malam telfonan, malah dia jadi jatuh cinta denganku. Beberapa minggu kemudian kami malah pacaran, hihihi&#8230;</p>
<p>Kali ini, dari telp yang hanya seminggu sekali berkembang menjadi 2 hari sekali, dan sekarang setiap hari. dari bicara hanya hal penting, sekarang menjadi hal yang sangat amat tidak penting. Bahkan bisa hanya masing2 diam mengerjakan sesuatu dengan telp menempel di telinga. Lambat laun malah kok kayak telfon panas, hahaha&#8230;<br />
Macam..</p>
<p><em>&#8220;lagi apa?&#8221;<br />
&#8220;Lagi tiduran nih, enak deh, dingin.&#8221;<br />
&#8220;Duh enak banget sih&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Sini donk&#8230;enak deh..&#8221;</em></p>
<p>Hahahaha&#8230;.<br />
I just don&#8217;t get it.<br />
What is it about phone call that makes people so close than they are in the real life?&#8221;<img border="0" src="/javascript/tinymce/plugins/emotions/images/smiley-cool.gif" alt="Cool" title="Cool" />
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/02/29/what-is-it-about-phone-call/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisu</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/02/05/bisu/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/02/05/bisu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 10:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Ditengah cerahnya langit,<br />
Udara menarik hampa.<br />
Mataharipun tak terlihat sengit,<br />
Aku terpancing&#160;untuk tertawa.<br />
<br />
Duhai Putra Surga,<br />
Kau jauhkan aku dari Neraka,<br />
Namun ternyata itu tak berbeda,<br />
Karena aku tetap akan celaka.<br />
<br />
Urai Daun tanpa desir angin,<br />
Menuai wangi&#160;di malam&#160;dingin.<br />
Membangkitkan setiap partikel kulitku,<br />
saat kita bersama dalam bisu.<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ditengah cerahnya langit,<br />
Udara menarik hampa.<br />
Mataharipun tak terlihat sengit,<br />
Aku terpancing&#160;untuk tertawa.</p>
<p>Duhai Putra Surga,<br />
Kau jauhkan aku dari Neraka,<br />
Namun ternyata itu tak berbeda,<br />
Karena aku tetap akan celaka.</p>
<p>Urai Daun tanpa desir angin,<br />
Menuai wangi&#160;di malam&#160;dingin.<br />
Membangkitkan setiap partikel kulitku,<br />
saat kita bersama dalam bisu.
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/02/05/bisu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Background</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/01/30/background/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/01/30/background/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 13:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p>Dengan pagi ini, genap 9 hari Non Stop aku mendengar suaramu.<br />
Biasanya 2 kali, pagi sebelum kau mulai aktifitasmu.<br />
Dan sore saat kau akan mulai aktifitas malam.<br />
<br />
Aku senang, sekaligus bingung.<br />
Sebenarnya apa yang kau rasakan padaku?<br />
Aku mencoba menganalisa berbagai alasan yang mungkin dapat mendorong prilakumu saat ini :<br />
<br />
- Kau sangat senang bicara denganku?<br />
- Kau selalu merindukanku?<br />
- Ada hal yang kau inginkan dariku?<br />
- Kau menyukaiku lebih dari teman?<br />
- Kau kelewat iseng?<br />
<br />
Ditengah begitu banyaknya temanmu, masa iya semua kau telfon semuanya setiap hari?<br />
Tapi masa iya kau menyukaiku lebih daripada kau suka laki2 itu?<br />
Ataukah aku telah membangkitkan naluri lelakimu?<br />
Atau aku memang terlalu memanjakanmu?<br />
<br />
Mungkin seharusnya aku hanya menikmati saja semua perhatianmu ini, daripada mencoba memikirkan latar belakang dari prilakumu. Tapi kok aku gak bisa begitu ya?<br />
Makin hari semakin mules perutku... :)</p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Dengan pagi ini, genap 9 hari Non Stop aku mendengar suaramu.<br />
Biasanya 2 kali, pagi sebelum kau mulai aktifitasmu.<br />
Dan sore saat kau akan mulai aktifitas malam.</p>
<p>Aku senang, sekaligus bingung.<br />
Sebenarnya apa yang kau rasakan padaku?<br />
Aku mencoba menganalisa berbagai alasan yang mungkin dapat mendorong prilakumu saat ini :</p>
<p>- Kau sangat senang bicara denganku?<br />
- Kau selalu merindukanku?<br />
- Ada hal yang kau inginkan dariku?<br />
- Kau menyukaiku lebih dari teman?<br />
- Kau kelewat iseng?</p>
<p>Ditengah begitu banyaknya temanmu, masa iya semua kau telfon semuanya setiap hari?<br />
Tapi masa iya kau menyukaiku lebih daripada kau suka laki2 itu?<br />
Ataukah aku telah membangkitkan naluri lelakimu?<br />
Atau aku memang terlalu memanjakanmu?</p>
<p>Mungkin seharusnya aku hanya menikmati saja semua perhatianmu ini, daripada mencoba memikirkan latar belakang dari prilakumu. Tapi kok aku gak bisa begitu ya?<br />
Makin hari semakin mules perutku&#8230; <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/01/30/background/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jantung-ku</title>
		<link>http://udarasore.blog.com/2008/01/28/jantung-ku/</link>
		<comments>http://udarasore.blog.com/2008/01/28/jantung-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 15:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan menjadi sedekat ini.<br />
Aku tahu bahwa aku sangat senang berteman denganmu.<br />
dan aku juga cukup senang karena kau bisa berteman denganku.<br />
Tapi aku tak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini.<br />
<br />
Sampai bingung aku harus senang atau takut.<br />
Taukah kau bahwa jantungku berdebar kencang saat kau sentuhkan kepalamu ke kepalaku?<br />
Sadarkah kau aku agak terkejut saat kau rapatkan dadamu ke pundakku?<br />
Sungguh aku tidak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini, secara fisik.<br />
<br />
Kurasakan detak jantungmu mencepat kala kau merapat...<br />
Kurasakan dengus nafasmu mengeras saat kau mendekat...<br />
Ataukah itu hanya besar rasa-ku saja?<br />
Ataukah kau menyimpan nafsu?<br />
<br />
Apa kau punya nafsu padaku?<br />
Apakah itu arti dari semakin panjangnya durasi telfon kita setiap hari?<br />
Apakah itu implementasi dari sapaan sms-mu dipagi hari?<br />
Apakah kau menyukaiku?<br />
<br />
Adik kecil,<br />
bukankah kita hanya teman?<br />
Teman tertawa, ....&#160;teman menangis, ....&#160;tapi teman tidak mencumbu satu sama lainnya.<br />
Dengan susah payah&#160;kukubur nafsuku padamu&#160;lebih dari 3 minggu&#160;yang lalu, semata-mata&#160;aku tak ingin kita hancur.<br />
Sekarang, saat kau rapatkan tubuhmu padaku...<br />
Aku harus bagaimana?<br />
<br />
Kau pun tau betapa aku mencintainya bukan?<br />
Dan kau tahu juga bahwa aku tak bisa hidup tanpanya.<br />
Egoisnya aku karena ingin kalian berdua ada dalam hidupku.<br />
<br />
Di hatiku yang paling dalam...<br />
Aku sangat menikmati nafas-mu di wajahku.<br />
Berjanjilah jangan meninggalkan kita, apapun bentuknya nanti.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan menjadi sedekat ini.<br />
Aku tahu bahwa aku sangat senang berteman denganmu.<br />
dan aku juga cukup senang karena kau bisa berteman denganku.<br />
Tapi aku tak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini.</p>
<p>Sampai bingung aku harus senang atau takut.<br />
Taukah kau bahwa jantungku berdebar kencang saat kau sentuhkan kepalamu ke kepalaku?<br />
Sadarkah kau aku agak terkejut saat kau rapatkan dadamu ke pundakku?<br />
Sungguh aku tidak pernah menyangka kita akan menjadi sedekat ini, secara fisik.</p>
<p>Kurasakan detak jantungmu mencepat kala kau merapat&#8230;<br />
Kurasakan dengus nafasmu mengeras saat kau mendekat&#8230;<br />
Ataukah itu hanya besar rasa-ku saja?<br />
Ataukah kau menyimpan nafsu?</p>
<p>Apa kau punya nafsu padaku?<br />
Apakah itu arti dari semakin panjangnya durasi telfon kita setiap hari?<br />
Apakah itu implementasi dari sapaan sms-mu dipagi hari?<br />
Apakah kau menyukaiku?</p>
<p>Adik kecil,<br />
bukankah kita hanya teman?<br />
Teman tertawa, &#8230;.&#160;teman menangis, &#8230;.&#160;tapi teman tidak mencumbu satu sama lainnya.<br />
Dengan susah payah&#160;kukubur nafsuku padamu&#160;lebih dari 3 minggu&#160;yang lalu, semata-mata&#160;aku tak ingin kita hancur.<br />
Sekarang, saat kau rapatkan tubuhmu padaku&#8230;<br />
Aku harus bagaimana?</p>
<p>Kau pun tau betapa aku mencintainya bukan?<br />
Dan kau tahu juga bahwa aku tak bisa hidup tanpanya.<br />
Egoisnya aku karena ingin kalian berdua ada dalam hidupku.</p>
<p>Di hatiku yang paling dalam&#8230;<br />
Aku sangat menikmati nafas-mu di wajahku.<br />
Berjanjilah jangan meninggalkan kita, apapun bentuknya nanti.
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://udarasore.blog.com/2008/01/28/jantung-ku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
